Idap Gangguan Jiwa, Khusnul Bacok Tetangga Stroke hingga Tewas

Idap Gangguan Jiwa, Khusnul Bacok Tetangga Stroke hingga Tewas

5 Desember 2020 Off By MISIATI

NESIATIMES.COM Khusnul Khuluk (40) warga Dusun Belahan, Desa Brayung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto tega membacok tetangganya hingga tewas.

Pembacokan itu terjadi lantaran pelaku mengaku kerapkali di-bully oleh korban.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra, Khusnul telah diperiksa secara intensif oleh penyidik.

Pelaku saat menjalani pemeriksaan. (Sumber: detikcom)

Pada pemeriksaan tersebut, petugas menguak motif pelaku melakukan tindakan itu.

“Keterangan tersangka, dia kesal terhadap korban karena dulunya sering dijelek-jelekkan, disebut agak aneh. Akhir-akhir ini kondisi korban stroke, tak mungkin dia mengolok-olok tersangka,” kata Rifaldhy saat dikonfirmasi, Jumat (4/12/2020) seperti dikutip dari detikcom.

Tidak hanya itu, tersangka mengatakan ia pernah disuruh untuk menelan ludah korban.

Namun, menurut polisi perkataan pelaku tidak bisa dibuktikan.

Sebelumnya, kejadian itu terjadi pada Rabu (2/12/2020) sekitar pukul 08.00 WIB.

Saat itu, secara tiba-tiba ia membacok dua tetangga dekatnya, yaitu Jamilin (57) tetangga sebelah rumah pelaku.

Jamilin hari itu dibacok menggunakan celurit saat sedang berada di dalam kamarnya.

Ia mengalami luka bacok 4cm di punggungnya dan tewas saat di perjalanan menuju RSI Sakinah.

Sedangkan, korban kedua, yaitu Kaswari (82) dibacok saat sedang berada di halaman belakang rumah Jamilin.

Beruntung, Kaswari hanya mengalami luka gores pada bagian leher dan tangan kirinya.

Menurut keterangan warga setempat, Khusnul mengidap gangguan jiwa sejak 5 tahun lalu dan beberapa kali dirawat di rumah sakit jiwa.

Namun, duda tanpa anak ini dipulangkan karena dianggap telah membaik.

Meski diduga mengalami gangguan kejiwaan, polisi tetap menahan tersangka.

“Pemeriksaan kejiwaan tersangka tergantung hasil gelar perkara dalam minggu depan,” pungkas Rifaldhy.

Atas perbuatannya, ia dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan atau pasal 351 ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan, serta ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(MEL/MIS)