Masih Ingat TNI yang Bunuh Istri & Hakim saat Sidang? Namanya Kolonel Irfan, Nasibnya Divonis Mati

Masih Ingat TNI yang Bunuh Istri & Hakim saat Sidang? Namanya Kolonel Irfan, Nasibnya Divonis Mati

21 Agustus 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Anggota TNI bernama Kolonel Irfan Djumroni nekat membunuh istrinya, Eka Suhartini, dan hakim bernama Ahmad Taufiq.

Peristiwa pembunuhan keji tersebut terjadi usai putusan sidang perkara harta gono-gini di Pengadilan Agama Sidoarjo pada Rabu (21/9/2005) silam.

Setelah sidang selesai kala itu, Irfan tiba-tiba keluar mengambil pisau sangkurnya kemudian kembali ke ruang sidang dan langsung menusuk istrinya.

Ahmad Taufik pun berusaha melerai aksi brutal Irfan, namun dia malah turut menghujamkan sangkurnya ke tubuh sang hakim sebanyak tiga kali.

Istri Irfan tewas seketika sementara nyawa Ahmad Taufik tidak tertolong ketika hendak dilarikan ke rumah sakit karena pendarahan yang cukup besar.

Sempat membuat gempar tanah air kala itu, nasib Irfan sekarang tengah menanti vonis hukuman mati.

Melansir dari TribunManado.co.id pada Sabtu (21/8/2021), Irfan langsung menjalani persidangan setelah melakukan pembunuhan tersebut.

Oditur Militer Tinggi menuntut hukuman mati terhadap Kolonel Laut Muhammad Irfan Djumroni di Pengadilan Militer Tinggi Surabaya serta dikeluarkan dari kesatuan.

Majelis hakim Mahkamah Militer Tinggi Surabaya pun akhirnya menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Irfan.

Selain itu, Irfan juga menerima hukuman berupa pemecatan dari kesatuan TNI Angkatan Laut.

Dalam persidangan, Irfan sempat menjadi bahan tertawaan lantaran mengaku tidak mengetahui pisau yang ia gunakan untuk membunuh itu milik siapa.

Dia juga mengaku nekat membunuh istrinya dan seorang hakim dalam kondisi berada di alam bawah sadar.

Namun demikian, majelis hakim memutuskan saat kejadian berlangsung, Irfan dalam kondisi kejiwaan yang tidak terganggu.

Majelis hakim menilai dia dalam kondisi lepas kontrol dan lupa  diri sehingga melakukan pembunuhan secara sadar.

Maka dari itu, majelis hakim pun memutuskan menjatuhkan vonis hukuman mati setelah menolak semua upaya pembelaan dari pihak Irfan.

Kemudian ketika majelis hakim menanyakan apakah akan mengajukan banding, Irfan yang tampak cemas sepanjang persidangan itu hanya mengangguk.

(Mel/Nov).