Sosok Lamek Taplo, Panglima Komando OPM yang Tembak TNI hingga Bakar Fasilitas Umum

Sosok Lamek Taplo, Panglima Komando OPM yang Tembak TNI hingga Bakar Fasilitas Umum

14 September 2021 0 By Redaksi

NESIATIMES.COM – Aksi pembakaran sejumlah fasilitas umum dan penembakan anggota TNI di Papua kembali terjadi pada Senin (13/9/2021).

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Ngalum Kupel di bawah pimpinan Lamek Alipky Taplo alias Lamek Taplo diduga bertanggung jawab atas aksi tersebut.

Melansir dari TribunPapua, sosok Lamek Taplo merupakan Panglima Komando Daerah Pertahanan Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau TPNPB.

Meski namanya tidak setenar KKB Egianus Kogoya atau Goliath Tabuni, Lamek Taplo juga memiliki sejumlah catatan hitam.

Pada Februari 2020, dia bertanggung jawab dalam aksi penembakan helikopter M17 milik TNI hingga jatuh di daerah Pegunungan Papua.

Kemudian dia kembali menembak tiga prajurit TNI di Distrik Serambakon, Pegunungan Bintang, Papua pada Selasa (20/10/2020).

Terakhir, pada Senin kemarin, KKB di bawah pimpinannya kembali beraksi dengan melakukan baku tembak yang menyebabkan seorang TNI tertembak.

Tak hanya itu, mereka juga membakar sejumlah fasilitas umum seperti puskesmas, pasar, bank, hingga sekolah di Distrik Kiwirok.

Sebelum KKB Ngalum Kupel itu beraksi, personel Pos Tinjau Pamtas Yonif 403/WP telah mendeteksi keberadaan mereka sejak pukul 08.44 WIT.

Saat itu, ada 9 anggota KKB Ngalum Kupel bersenjata 3 pucuk senjata SS1 terlihat memantau pos TNI di sekitar 300 meter dari pos.

Danpos Kiwirok Letda Inf Adi Susanto lantas menerjunkan 1 regu yang terdiri atas 10 orang untuk melakukan patroli dan penyergapan.

Dandim 1715/Yahukimo Letkol Inf Christian Irrew menuturkan saat itu terjadilah kontak senjata sejak pukul 09.00 sampai 13.15 WIT.

Akibat kontak senjata tersebut, seorang personel Pos Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista Yogyakarta, Prada Ansar tertembak di bagian lengan kanan.

Setelah kontak senjata itu usai, KKB terpantau melalui teropong SPR Satgas Pamtas Yonif 403/WP tengah melakukan konsolidasi di Bandara Kiwirok.

(Mel/Nov).