Ini Momen Saat Hanifan “Persatukan” Prabowo dan Jokowi…

Ini Momen Saat Hanifan “Persatukan” Prabowo dan Jokowi…

2 November 2019 Off By NANAHARASUYA

Apakah kita masih ingat momen pada gambar artikel yang saya pasang? Bagi saya, momen itu tak sekadar momen biasa, meski di dalamnya ada unsur spontanitas. Ya, setelah menangi pertarungan di ajang pencak silat Asian Games 2018, Hanifan Yudani Kusumah terlihat berlari ke arah kerumunan penonton, dimana di sana terlihat Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto, juga WaPres Jusuf Kalla dan beberapa pejabat penting lainnya.

Selanjutnya, yang dilakukan Hanifan sangat menyentuh hati ketika dalam balutan bendera Merah Putih, pesilat itu memeluk kedua tokoh bangsa yang saat itu akan bersaing di PilPres 2019. Momen yang menyadarkan kita bahwa persaingan di dunia politik janganlah dibawa ke segala bidang kehidupan, karena ada kepentingan bangsa yang lebih besar dan patut diutamakan.

Menarik sekali jika mengingat lagi perkataan Hanifan saat ditanya alasan melakukan momen heroik yang sukar dilupakan itu:

“Biar tahu masyarakat Indonesia, Prabowo dan Jokowi tidak ada apa-apa. Hanya itu orang-orang yang syirik karena kesuksesan mereka. Saya sebagai insan silat Indonesia bahwa silat itu artinya silaturahmi. Jadi kita harus jaga menjaga hati kita sama-sama. Kita satu bangsa, satu negara, masa kita harus terpecah belah karena hal tidak penting.”

Pada frame yang sama, terlihat pula di tribun VIP ada WaPres Jusuf Kalla, Puan Maharani yang saat itu masih menjadi menteri, dan Hasto Kristiyanto. Mereka terlihat sangat antusias dalam menyambut momen yang tak disangka-sangka itu. Mungkin dalam hati mereka berkata: “Ini dia, ini dia … ini dia yang kita tunggu-tunggu!”

Daaan … rupanya pelukan bernada ajakan untuk bersatu dari Hanifan benar-benar terwujud saat Presiden Jokowi resmi menunjuk Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) di Kabinet Indonesia Maju (KIM) beberapa waktu lalu. Keduanya berada dalam satu barisan untuk bahu-membahu membawa Indonesia menuju ke arah yang lebih baik.

Yang menarik, di akun Instagram kedua tokoh bangsa itu lantas dipasang foto yang sama dengan ucapan yang menyejukkan, dimana Presiden Jokowi berkata:

Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, sore tadi. Begitu dinyatakan sebagai peraih medali emas kelas C setelah menundukkan Nguyen Thai Linh asal Vietnam, pesilat putra Hanifan Yudani Kusumah merayakan kemenangannya dengan berlari keliling arena lalu naik ke tribun penonton tempat saya duduk bersama Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Kami bertiga — Hanifan, saya dan Pak Prabowo — pun berpelukan dalam selubung merah putih.Sementara, akun IG Prabowo Subianto seakan menimpali dengan caption begini:

Kita boleh berbeda pendapat diantara kita, tapi satu, kalau menyangkut kepentingan nasional kita harus bersatu.Silakan saja orang mengartikan momen “persatuan” yang dilakukan Hanifan terhadap Prabowo dan Joko Widodo hari itu, tetapi sekali lagi … beberapa waktu setelah momen mengharukan itu, kita melihat mereka sedang berjuang bersama untuk Indonesia.

Pendapat kita boleh berbeda dalam mengartikan pelukan ketiga orang tadi, tetapi saya yang sempat bercita-cita menjadi seorang atlet ingin sekali rasanya “menyatukan” Indonesia lewat olah raga maupun berbagai cara lain yang dapat kita lakukan.

Dan jika kita kedua tokoh bangsa yang sempat dianggap “berseteru” itu berada dalam satu kubu, dimana Presiden Jokowi bahkan sering menyebut Menham Prabowo sebagai sahabat beliau, mengapa pula kita masih menarik relasi keduanya ke arah yang negatif terus? Nggak bosan? Nggak mau sama Hanifan yang sudah memberi kode keras bahwa sebaiknya kedua orang tadi (beserta seluruh pendukungnya) dapat bersatu kembali dalam bingkai kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai bersama?

Marilah di awal pekan pertama bulan November ini, dengan semangat seperti seorang atlet pencak silat, kita tendang bersama-sama segala sesuatu yang hendak memecah belah dan menghancurkan NKRI dengan segala perilaku mereka yang sudah menyusup ke segala bidang kehidupan. Jangan kasih kendor, kita gas pol menurut bagian yang bisa kita lakukan, sekecil dan sesederhana apa pun kita, karena kalau kita satukan … maka akan menjadi kekuatan yang besar.

Terima kasih Bro Hanifan sudah merangkul Pakde Jokowi dan Pakde Prabowo! 😀

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah tayang di Seword.com, https://seword.com/politik/mengingat-lagi-momen-saat-hanifan-persatukan-LNRZQpeivg