Ini Reaksi Istana soal Kasus Viral Dugaan Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur, Tegas!

Ini Reaksi Istana soal Kasus Viral Dugaan Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur, Tegas!

9 Oktober 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Istana angkat bicara terkait kasus pemerkosaan tiga anak oleh ayah kandungnya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani berharap agar pihak kepolisian dapat membuka kembali kasus pemerkosaan tiga anak kandung itu.

“Walaupun kasus telah berlangsung pada tahun 2019, dan penyelidikan telah dihentikan oleh Polres,” ujarnya, Jumat (8/10/2021), seperti dikutip dari KOMPAS.com.

“KSP berharap agar Polri membuka ulang proses penyelidikan kasus tersebut,” lanjutnya.

Selain itu, pihak KSP juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus yang menimpa tiga kakak beradik berusia di bawah 10 tahun tersebut.

Jaleswari menyebut pemerkosaan dan kekerasan seksual terhadap ketiga anak tersebut sangat melukai nurani dan rasa keadilan masyarakat.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo sangat tegas dan tidak memberi toleransi terhadap predator seksual anak.

Buktinya, Jokowi telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 Tahun 2020 pada 7 Desember 2020 lalu.

PP tersebut mengatur tentang tata cara pelaksanaan tindakan kebiri kimia, pemasangan alat pendeteksi elektronik, rehabilitasi, dan pengumuman identitas pelaku kekerasan seksual terhadap anak.

Tak hanya itu, Jokowi juga memberì arahan saat rapat terbatas tentang Penanganan Kasus Kekerasan kepada Anak, 9 Januari 2020 lalu.

Saat itu, Jokowi memberikan arahan agar pihak yang berwenang dapat menindaklanjuti kasus kekerasan terhadap anak secepat-cepatnya.

Jokowi meminta agar para pelaku kekerasan terhadap anak, terutama kasus pedofil dan kekerasan seksual pada anak, mendapatkan hukuman yang membuatnya jera.

Kemudian Jaleswari menekankan kepada semua pihak untuk memperhatikan dengan seksama suara korban yang masih anak-anak, termasuk juga suara ibu korban.

Menurutnya, aksi perkosaan dan kekerasan seksual terhadap anak merupakan perbuatan yang serius dan keji serta tidak bisa diterima akal budi dan nurani kemanusiaan.

Terlebih jika pelaku merupakan ayah kandung korban, maka harus mendapatkan hukuman yang berat atas tindakannya tersebut.

(Leo/Rah).