Ini Wajah Majikan yang Tega Setrika Tubuh ART dan Kasih Makan Kotoran Kucing

Ini Wajah Majikan yang Tega Setrika Tubuh ART dan Kasih Makan Kotoran Kucing

20 Mei 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM — FF (53), seorang majikan yang sampai hati menganiaya asisten rumah tangganya (ART) berinisial EA (45) dan memberinya makan t*hi kucing.

Pada Rabu 19 Mei 2020, Polrestabes Surabaya akhirnya menampilkan wajah majikan itu dan juga memperlihatkan sejumlah barang bukti.

Barang bukti tersebut antara lain 1 buah setrika, 1 buah pipa paralon putih panjang 56 sentimeter dan 1 buah pipa paralon putih panjang 150 sentimeter

Kemudian, 1 buah selang air warna hijau panjang 56 sentimeter, dan selang air panjang 750 sentimeter.

Sejumlah barang bukti yang digunakan tersangka FF untuk menganiaya ART nya. (Sumber: kumparan)
Sejumlah barang bukti yang digunakan tersangka FF untuk menganiaya ART nya. (Sumber: kumparan)

Kronologis

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian mengungkap kronologis aksi penganiayaan ini.

AKBP Oki menjelaskan penganiayaan terhadap EA terjadi sejak bulan Agustus 2020 hingga 6 Mei 2021 bertempat di rumah FF di kawasan Manyar Surabaya.

FF kerap melakukan tindakan kekerasan fisik kepada EA baik memukul dengan tangan kosong ataupun dengan alat yang ada di sekitar tersangka yaitu, sapu, paralon, selang air.

Bahkan FF nekat menyetrika tubuh korban dengan motif kesal lantaran pelaku menilai jika EA melakukan pekerjaan dengan bermalas-malasan.

“Tersangka melakukan kekerasan dalam kondisi sadar. Dia memukul dan menggunakan alat-alat untuk memukul.  Akibatnya korban menderita luka-luka di seluruh tubuh,” ujar AKBP Oki dikutip dari kumparan.

Kepada media, AKBP Oki juga memperlihatkan sejumlah foto-foto EA dengan tubuh penuh luka.

Ada bekas sabetan gagang sapu di tangan, pipa paralon di punggung, dan di bagian paha terlihat bekas luka akibat setrika.

Sebelumnya, kata AKBP Oki, saat pemeriksaan FF sempat menyangkal melakukan tindak kekerasan.

Namun setelah melalui pemeriksaan akhirnya tersangka mengakui telah melakukan pemukulan satu kali, yaitu saat EA tidak menuruti perintahnya.

Resmi menjadi tersangka, FF terjerat pasal melakukan kekerasan secara fisik dalam rumah tangga dan atau penganiayaan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44  ayat 1 dan  2 UURI No 23 tahun 2004 tentang penghapusan Kekerasan dalam rumah tangga dan atau Pasal 351 ayat 2 KUHP.

Akibat perbuatannya itu, pelaku terancam hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara.

(Mel/Ana)