Jarang Terekspos, Ini Sejarah Pasukan Malaikat Pencabut Nyawa Milik TNI

Jarang Terekspos, Ini Sejarah Pasukan Malaikat Pencabut Nyawa Milik TNI

3 Maret 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM — Memiliki Korps Marinir, satuan elite milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) adalah kebanggaan tersendiri bagi Indonesia.

Berdiri sejak 15 November 1945, Korps Marinir menyandang status sebagai satuan elite tertua milik TNI.

Setelah berdirinya Korps Marinir, kemudian berdirilah Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara, dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat.

75 tahun berdiri,  Korps Marinir telah mengamankan dan menjaga kedaulatan NKRI sehingga jasanya tidak pernah lepas dari sejarah Indonesia.

Kemudian, Korps Baret Ungu ini tercatat ikut terlibat dalam sejumlah operasi militer, mulai dari Perang Kemerdekaan Indonesia, Operasi Dwikora, penumpasan Darul Islam/Tentara Nasional Indonesia (DI/TII), hingga operasi pembebasan awak kapal MV Sinar Kudus di Somalia.

Tak hanya itu, Operasi Militer Selain Perang (OMSP) juga banyak mengundang decak kagum contohnya evakuasi pesawat AirAsia QZ8501 dan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Batalyon Intai Amfibi

Mengutip dari VIVA, saat Korps Marinir berusia 16 tahun munculah ide untuk menciptakan satuan elite yang mampu melakukan aksi dalam operasi khusus rahasia. 

Atas dasar ide itu, tepatnya pada 13 Maret 1961, berdiri lah Kompi Intai Para Amfibi (KIPAM).

KIPAM memiliki prajurit terlatih dengan kemampuan di atas rata-rata prajurit pada umumnya. 

Usai sembilan tahun berdiri, KIPAM berubah menjadi Batalyon Intai Para Amfibi.

Kemudian, setahun berselang Batalyon Intai Para Amfibi berubah nama lagi menjadi Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) hingga sekarang.

Batalyon Intai Amfibi Korps Marinir resmi menjadi pasukan Khusus pada 2003.

Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) No. Skep/1857/XI/2003 tanggal 18 November 2003.

Yontaifib memiliki semboyan yang berasal dari Bahasa Sansekerta, yakni Mayanetra Yamadhipati.

Kalimat itu berarti “Malaikat Pencabut Nyawa yang Tidak Terlihat”.

Secara keseluruhan, makna semboyan tersebut adalah selalu memiliki kemampuan bergerak dengan cepat, rahasia dan mematikan dalam setiap pertempuran.

Sekadar informasi, salah satu syarat wajib untuk para calon anggota Yontaifib adalah berenang sejauh 3 kilometer dengan kondisi tangan dan kaki terikat.

Tak cuma itu, para calon anggota juga harus mampu berenang kurang lebih 12 kilometer menyeberangi Teluk Poncomoyo, Banyuwangi, Jawa Timur.

(Leo/Ana)