Jenderal Bintang 2 TNI Dikeroyok Warga, Ya Ampun, Begini Kronologinya

Jenderal Bintang 2 TNI Dikeroyok Warga, Ya Ampun, Begini Kronologinya

26 Agustus 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Seorang Perwira Tinggi (Pati) TNI AU berinisial YIS menjadi korban pengeroyokan warga di Desa Sukalaksana, Garut, Kamis (19/8/2021) lalu.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah membenarkan peristiwa yang menimpa jenderal bintang dua tersebut.

“Benar bahwa yang berselisih paham dengan sejumlah warga tersebut adalah Perwira TNI AU aktif,” ungkapnya, seperti dikutip dari VIVA pada Kamis (26/8/2021).

Kemudian Indan menyatakan pihaknya menghormati hak kedua belah pihak yang akan menempuh jalur hukum atas permasalahan tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Sukalaksana Oban Sobana membeberkan peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi saat YIS memerintahkan untuk membongkar patok besi.

Menurut Oban, patok besi itu berfungsi sebagai pembatas masuknya truk ke jalan utama desa tersebut.

Saat itu, jelas Oban, warga sempat menolak dan mempertanyakan terkait izin pencabutan patok besi tersebut.

Oban mengatakan ketika itu YIS justru mengamuk dan mengacungkan golok ke arah warga.

Karena takut, warga lantas menuruti perintah YIS dan dia pun pergi ke Desa Parakan membawa patok besi tersebut.

Sekitar 150 warga yang tidak terima dengan aksi YIS lantas mengejarnya dan sempat emosi namun kedua pihak sepakat berdamai.

Kemudian, Oban menyebut YIS kembali ke Bandung pada malam harinya untuk melapor ke Polda Jawa Barat.

Menurut keterangan YIS, saat kejadian itu dia sama sekali tidak melakukan pengancaman kepada warga.

YIS menyatakan dirinya bersama warga bahu-membahu untuk membongkar patok besi tersebut.

Namun ada salah satu warga ada yang tidak mau membantu lalu melenggang pergi dan sepeda motornya nyaris menyerempet istri YIS.

Saat itu lah dia mengacungkan tangannya yang masih memegang golok untuk menggali patok besinya.

Akibat peristiwa pengeroyokan tersebut, YIS mengalami luka-luka sementara istrinya kehilangan uang sekitar Rp3 juta serta kaca mobilnya retak.

(Leo/Nov).