Jokowi Digugat untuk Mundur, KSP Angkat Bicara, Minta TPUA Belajar Hukum

Jokowi Digugat untuk Mundur, KSP Angkat Bicara, Minta TPUA Belajar Hukum

1 Mei 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Sekelompok orang yang mengatasnamakan Tim Pembela Ulama dan Aktivitis (TPUA) melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, kemarin, Jumat (30/4/2021).

Mereka menggugat Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan meminta Jokowi untuk mundur sebagai Presiden RI.

Dalam situs PN Jakpus, gugatan itu terdaftar dengan nomor 266/Pdt.G/2021/PN Jkt.Pst, dengan Penggugat Muhidin Jalih dan Tergugat Presiden Jokowi.

Salah satu pengguggatnya Eggi Sudjana. Dia disebut merupakan Ketua TPUA.

Tidaknya hanya itu, TPUA juga melayangkan gugatan terhadap DPR RI.

Mereka menggugat DPR agar mau menyatakan Jokowi telah melakukan perbuatan tercela.

Respons Kantor Staf Presiden (KSP)

Menanggapi  gugatan TPUA, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ade Irfan Pulungan angkat bicara.

Menurutnya, gugatan tersebut tidak berdasar.

“Itu dalam konteks secara hukum terpenuhi nggak unsur-unsurnya. Atau sebagai perasaan saja, jadi melihat secara umum, teman-teman ini dibawa perasaan. Bapernya terlalu tinggi,” kata Ade Irfan, dikutip dari detikcom, Sabtu (1/5/2021).

Ade mengatakan, setiap orang memang memiliki hak mengajukan gugatan. Namun, harus ada alasan jelas.

Menurutnya, TPUA tidak bisa dengan seenaknya meminta Jokowi mundur hanya karena terbawa emosi.

Dia mengatakan, proses mengundurkan diri seorang presiden juga memiliki mekanisme tersendiri yang diatur undang-undang.

“Proses mengundurkan diri, ada mekanismenya yang diatur UUD. Itu yang harus dicermati. Kita bisa bilang tidak boleh kita terbawa emosi, dan terbawa perasaan melihat sesuatu,

Cobalah teman-teman yang mengajukan gugatan ini belajar lagi lah ilmu hukum. Kalau nggak bisa nanti saya kasihkan privatnya,” kata Ade.

(Stev/Stev).