Dunia Terancam Bahaya, Jokowi Serukan Hal Ini ke Sejumlah Kepala Negara

Dunia Terancam Bahaya, Jokowi Serukan Hal Ini ke Sejumlah Kepala Negara

19 September 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Presiden Joko Widodo mengikuti pertemuan Major Economies Forum on Energy and Climate 2021 secara virtual pada Jumat (17/9/2021).

Dalam pertemuan tersebut Jokowi membeberkan strategi dalam menghadapi situasi sulit yang kini tengah mengancam dunia.

Situasi sulit tersebut terjadi di sejumlah sektor termasuk sektor energi dan iklim sehingga membutuhkan aksi bersama dalam skala global.

“Kredibilitas, khususnya aksi konkret, sangat krusial,” tegas Jokowi, seperti dikutip melalui keterangan resmi pada Sabtu (18/9/2021).

Dalam forum membahas energi dan iklim tersebut, Jokowi menjadi satu dari 10 kepala negara yang hadir memenuhi undangan Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Di depan Biden, Jokowi membeberkan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam situasi bahaya yang saat ini tengah menghantui seluruh dunia.

Jokowi memaparkan bahwa Indonesia telah menyusun strategi pembangkit listrik dari batu bara ke energi baru terbarukan.

Kemudian mempercepat pembangunan infrastruktur energi baru terbarukan yang didukung pelaksanaan efisiensi energi.

Serta meningkatkan biofuels dan mengembangkan ekosistem industri kendaraan listrik.

Selain itu, Jokowi juga menyatakan bahwa Indonesia telah menargetkan netral karbon (Net Zero) pada tahun 2060 dengan kawasan percontohan yang masih dikembangkan.

Termasuk, lanjut Jokowi, pembangunan Green Industrial Park terbesar di dunia seluas 20 ribu hektare di Kalimantan Utara.

Menurut Jokowi, kemitraan global sangat diperlukan lantaran transisi energi bagi negara berkembang butuh pembiayaan dan teknologi yang terjangkau.

Jokowi membuka peluang kerjasama dan investasi bagi pengembangan bahan bakar nabati, industri baterai litium, serta kendaraan listrik.

Kemudian juga kendaraan listrik, teknologi carbon, capture, and storage, energi hidrogen, kawasan industri hijau, dan pasar karbon Indonesia.

Di sisi lain, Jokowi juga menyampaikan dukungan terhadap Global Methane Pledge atau ikrar aksi bersama yang bertujuan mengurangi 30 persen emisi metana global pada tahun 2030.

Jokowi menganggap Global Methane Pledge sebagai momentum penguatan kemitraan dalam mendukung kapasitas negara berkembang.

Jokowi pun mengatakan Indonesia juga telah bergabung dalam Global Methane Initiative bersama Amerika Serikat dan 45 negara lainnya.

Menurutnya, pengurangan emisi metana telah masuk dalam Nationally Determined Contribution Indonesia.

(Mel/Rah).