JPU Tuntut Habib Rizieq 6 Tahun Penjara, Alasannya Mengejutkan

JPU Tuntut Habib Rizieq 6 Tahun Penjara, Alasannya Mengejutkan

4 Juni 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Jaksa penuntut umum (JPU) dalam perkara kasus swab test di RS UMMI Bogor, Jawa Barat menuntut Habib Rizieq Shihab enam tahun penjara.

Tuntutan itu lebih dari setengah vonis maksimal dalam Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang disangkakan dalam dakwaan, yakni vonis 10 tahun penjara.

Dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, JPU menyatakan sejumlah alasan pemberat tuntutan tersebut.

Alasan Pemberat

Salah satunya, karena Habib Rizieq berstatus sebagai mantan narapidana dan juga berperilaku tidak sopan dalam sidang.

“Terdakwa pernah dihukum sebanyak dua kali, yaitu dalam perkara 160 KUHP tahun 2003 dan perkara 170 KUHP tahun 2008,” kata anggota JPU di PN Jakarta Timur, Kamis (3/7/2021).

Kilas balik, kasus 160 KUHP di tahun 2003 itu adalah putusan PN Jakarta Pusat dalam perkara Habib Rizieq menghasut warga melakukan pengrusakan terhadap sejumlah tempat hiburan pada tahun 2002.

Sementara pada kasus 170 KUHP tahun 2008 dimaksud, yakni kerusuhan di Monas, Jakarta Pusat.

Sehingga pada 2003 Habib Rizieq divonis tujuh bulan penjara dan 2008 divonis 1,5 tahun penjara.

Kemudian alasan lainnya adalah sikap Habib Rizieq yang tidak mendukung pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan dalam sidang.

“Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pencegahan Covid-19, bahkan memperburuk kedaruratan kesehatan. Terdakwa juga tidak menjaga sopan santun dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan,” lanjut JPU membacakan pertimbangan tuntutan.

Sayangnya, JPU tidak merinci sikap tidak sopan apa yang Habib Rizieq lakukan selama jalannya sidang perkara dugaan tindak pidana pemberitahuan bohong terkait hasil swab test di RS UMMI Bogor.

Namun memang pada awal sidang perkara ini, Habib Rizieq pernah menolak mengikuti sidang secara virtual.

Kala itu ia meminta menghadiri sidang offline.

JPU menuntut Habib Rizieq dengan tiga dakwaan, yakni pertama, primair disangkakan pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun tentang 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto pasal 55 ayat 1 KUHP ke-1 KUHP.

Subsider pasal 14 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, subsider pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dakwaan kedua, disangkakan pasal 14 ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kemudian dakwaan ketiga, Pasal 216 ayat 1 KUHP, jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(Mel/Mel)