Junaidi dan 7 Rekannya Dituntut Hukuman Mati, Kasusnya Sungguh Berat, Waduh!

Junaidi dan 7 Rekannya Dituntut Hukuman Mati, Kasusnya Sungguh Berat, Waduh!

30 Juli 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi Aceh, dan Kejaksaan Negeri Banda Aceh menuntut mati delapan orang di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Kamis (29/7/2021) dalam persidangan yang berlangsung secara virtual.

Delapan orang itu merupakan terdakwa penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 201 kilogram.

Para terdakwa tersebut yaitu Teku Junaidi bin Jamaludin, Bustami alias Pawang Ami bin Bustamam, Arief Pribadi bin Awaluddin.

Selanjutnya, Wahyono bin Suwarno, Ruwadi alias Adi bin Karmono, Misdiyanto alias Mis bin Mustain, Muhammad Idris bin Ismail, dan Bob Abdul Haris bin Baharuddin Lubis.

Mereka mengikuti persidangan tersebut secara daring dari rutan.

JPU menyatakan para terdakwa pada Desember 2020 menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 196 bungkus dengan berat keseluruhan mencapai 201 kilogram lebih.

Mereka mengambil barang haram itu dari kapal asing di tengah laut di Provinsi Aceh atas perintah WNA bernama Michael.

Michael yang kini masuk DPO menjanjikan upah Rp 4 miliar jika narkoba tersebut sampai ke Jakarta.

Lalu, mereka mengambil barang itu menggunakan kapal motor di koordinat titik temu di tengah laut.

“Komunikasi Michael dengan terdakwa Teku Junaidi bin Jamaludin menggunakan telepon,” kata JPU.

Setelahnya, barang itu mereka bawa ke Banda Aceh menuju Jakarta menggunakan mobil boks milik terdakwa Teku Junaidi bin Jamaludin.

Akan tetapi, tim dari satuan khusus Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengagalkan rencana penyeludupan ini. 

Kepolisian menangkap terdakwa Wahyono, dan terdakwa Ruwadi di kawasan Ajun, Aceh Besar.

Sementara terdakwa Bustami di rumahnya di Desa Neuheun, Aceh Besar, dan terdakwa Arief Pribadi di Banda Aceh.

Mereka diamankan ke Jakarta bersama dengan barang bukti sabu-sabu.

Sementara itu, polisi menangkap terdakwa Bob Abdul Haris bin Baharuddin Lubis di Jakarta.

Dalam surat dakwaan, JPU menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 114 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU Narkotika.

(Mel/Ana)