Kasus Suntik Vaksin Kosong di Jakut Resmi Dihentikan Polisi, Ini Alasannya

Kasus Suntik Vaksin Kosong di Jakut Resmi Dihentikan Polisi, Ini Alasannya

12 Agustus 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM –  Kepolisian ungkap alasan berhentinya kasus suntik vaksin kosong di salah satu sekolah di Pluit, Jakarta Utara.

Hal itu lantaran sudah ada mediasi antara pelaku, korban, dan penyelenggara vaksinasi Covid-19, Selasa (10/8/2021).

“Iya, (kasus dihentikan),” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan dikutip dari Tribunnews, Kamis (12/8/2021).

Guruh mengatakan, pada Selasa malam kemarin, selain pelaku EO dan korban BLP, polisi juga melibatkan pihak yang menyelenggarakan vaksinasi tersebut.

Dalam mediasi tersebut, EO kembali mengutarakan permintaan maafnya kepada korban, BLP, dan orangtuanya.

Kemudian, pihak korban juga menerima permintaan maaf itu pun dengan baik.

“Sudah ada kesepakatan terlapor minta maaf kemudian korbannya sudah memaafkan. Kalau sudah menyadari semua, kita anggap sudah selesai,” ucap Guruh.

Sebelumnya, kepolisian menetapkan seorang perawat berinisial EO sebagai tersangka dalam kasus suntik vaksin kosong.

Ketika melakukan tugasnya, EO lalai karena menyuntikkan vaksin kosong terhadap salah satu peserta.

Atas perbuatannya, EO terjerat pasal 14 Undang-undang RI nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.

(Mel/Mel)