Dianggap Langgar Prokes, 2 Pelajar Ini Diduga Dihajar Oknum TNI, Ya Ampun

Dianggap Langgar Prokes, 2 Pelajar Ini Diduga Dihajar Oknum TNI, Ya Ampun

31 Juli 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Dua pelajar berinisial JU (15) dan YN (17) menjadi korban penganiayaan hingga babak belur oleh oknum TNI.

Oknum berinisial Kopral EP yang merupakan Babinsa Desa Tainsala, Biboki Selatan, Timor Timur Utara, NTT, menganiaya korban karena melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Kakak kandung YN, MN, mengayakan penganiayaan terjadi Jumat (30/7/2021) malam di rumah mereka di Desa Supun, Biboki Selatan.

“Adik saya YN dan JU, dianiaya anggota TNI dari Koramil Biboki Selatan, Kopral Kepala EP karena dianggap melanggar protokol Covid-19,” bebernya, dikutip dari KOMPAS.com, Sabtu (31/7/2021).

MN menjelaskan, penganiayaan tersebut bermula ketika Kopral EP melintas di depan tempat biliar milik warga Desa Supun pada Jumat petang.

Saat itu, Kopral EP melihat JU, YN, serta BBB (13) kemudian langsung memotret ketiganya menggunakan kamera ponsel miliknya.

Karena ketakutan, BBB pun lantas melarikan diri ketika Kopral EP hendak mendekati ketiganya.

Kemudian, Kopral EP menanyai identitas dan alamat rumah JU dan YN lalu dia mendatangi rumah YN yang jaraknya sekitar 1 kilometer.

Di sana, Kopral EP marah-marah sambil mengatakan kenapa anak-anak dibiarkan main biliar di tengah pandemi Covid-19.

MN pun lantas meminta maaf karena perbuatan adiknya, namun Kopral EP semakin marah lalu menendang sepeda motor MN.

Setelah itu, Kopral EP menganiaya JU dan YN sambil mengatakan tidak takut jika korban melapor ke mana saja.

Orang tua YN yang melihat anaknya babak belur lantas berteriak hingga membuat warga berdatangan sementara Kopral EP lari karena takut.

MN mengaku pihaknya telah melakukan visum serta melaporkan perbuatan Kopral EP ke Koramil Manufui dan Polsek Biboki Selatan.

Selain itu, pihaknya juga meminta dukungan dari Lembaga Anti Kekerasan Masyarakat Sipil (Lakmas) Cendana Wangi, NTT.

Di sisi lain, Danrem 161/Wira Sakti Brigjen Legowo WR Jatmiko mengatakan pihak Dandenpom kini tengah mengusut kasus tersebut.

(Leo/Nov).