Kronologi Anggota Paspampres Cekcok dengan Petugas PPKM, Hingga Berbuntut Geruduk Mapolres

Kronologi Anggota Paspampres Cekcok dengan Petugas PPKM, Hingga Berbuntut Geruduk Mapolres

9 Juli 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Seorang anggota Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) terlibat cekcok dengan petugas Polres Metro Jakarta Barat.

Insiden yang terjadi di Pos Penyekatan PPKM Darurat, Daan Mogot, Jakarta Barat pada Rabu (7/7/2021) itu juga sempat viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah petugas menghadang Praka Izroi yang mengaku sebagai anggota Paspampres saat hendak melintas.

“Kalau kamu Paspampres, kenapa memang?,” ujar seorang polisi.

Aparat kepolisian lantas melakukan pemeriksaan dan meminta Praka Izroi menunjukkan KTA miliknya.

Kemudian pada malam harinya, sekitar 50 anggota Paspampres tampak menggeruduk Mapolres Metro Jakarta Barat yang berada di kawasan Palmerah.

Berdasarkan informasi yang beredar, puluhan anggota Paspampres tersebut datang mencari polisi yang berbuat arogan pada Praka Izroi.

Asintel Paspampres, Kolonel Inf Wahyu lantas bergerak mendatangi lokasi dengan maksud untuk meluruskan permasalahan tersebut.

Setelah berkoordinasi dengan Wakareskrim Polres Metro Jakbar Kompol Herjon Silaban, oknum polisi tersebut datang ke Mako Paspampres untuk meminta maaf.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakbar Kombes Pol Ady Wibowo menuturkan bahwa permasalahan tersebut sudah terselesaikan.

“Memang ada kesalahpahaman dengan anggota yang melakukan penyekatan, tapi sekarang sudah selesai, situasi sudah kondusif,” terangnya, Kamis (8/7/2021).

Selain itu, Ady juga mengaku telah menemui Komandan Paspampres untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

Sementara empat anggota polisi yang terlibat percekcokan tersebut saat ini sedang dalam pemeriksaan oleh Bid Propam Polda Metro Jaya.

Di sisi lain, Danpaspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto mengatakan insiden tersebut terjadi karena miskomunikasi.

Menurutnya, petugas di lapangan belum sepenuhnya paham dengan aturan PPKM darurat sehingga perlu ada sosialisasi yang lebih terang.

Agus mengutip Inmendagri 15/2021 bahwa pekerja di bidang esensial dan kritikal boleh melewati penyekatan PPKM darurat.

(Mel/Nov).