Diancam Pakai Samurai, Mahasiswi Ini Diperkosa saat Lagi Kamping, Ya Ampun

Diancam Pakai Samurai, Mahasiswi Ini Diperkosa saat Lagi Kamping, Ya Ampun

3 September 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Mahasiswi berinisial S (18) menjadi korban pemerkosaan oleh pria berinisial R (24) di area pendakian Gunung Merapi, Bukittinggi, Sumatera Barat.

Kanit 3 PPA Polres Bukittinggi Amelia Candra menuturkan peristiwa bermula ketika pelaku mendatangi tenda korban pada Sabtu (28/8/2021) sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu, pelaku menuding korban melakukan tindakan tak senonoh dengan pasangannya, MS (19) di area kamping di jalur pendakian Gunung Marapi di Batu Palano, Sungai Pua, Kabupaten Agam.

Pelaku memaksa korban melakukan perbuatan asusila dengan pasangannya sambil direkam oleh pelaku dan diancam dengan samurai.

“Saat melakukan itu, pelaku menenteng sebilah samurai, dengan video itu kedua korban kemudian diintimidasi,” jelasnya, Selasa (1/9/2021).

Pelaku juga mengancam akan menyebarluaskan video tersebut jika korban tidak mau mengaku dan membayar sejumlah uang.

Tak hanya itu, lanjut Amelia, pelaku ternyata juga memperkosa S di dalam tenda kemah dengan cara menyuruh MS pergi beli rokok dan makanan.

“Pemerkosaan itu dilakukan tersangka dengan paksaan ke korban saat pasangannya disuruh pergi beli rokok dan makanan, hingga leluasa berbuat,” bebernya.

R (24) pelaku pemerkosaam mahasiswi di area kamping Gunung Merapi, Bukittinggi. (Sumber: Antara).

Amelia mengatakan, setelah itu tersangka bahkan juga ikut bergabung tidur di dalam tenda korban hingga keesokan paginya.

Di sisi lain, pelaku sempat membantah keterangan korban dan menyebut korban memang sedang berlaku tidak senonoh ketika dia mendatanginya.

Namun saat diinterogasi lebih lanjut, pelaku akhirnya mengakui telah memperkosa korban secara paksa dengan mengancamnya.

Peristiwa tersebut terungkap ketika petugas Pengamat Gunung Api (PGA) Gunung Merapi mencurigai kondisi korban saat turun dari area Kamping, Minggu (29/8/2021) pagi.

Petugas PGA Gunung Api, Junaidi menuturkan saat itu korban mengaku takut karena pelaku mengancamnya menggunakan senjata.

Pihaknya lantas melakukan pengejaran, namun pelaku yang merupakan residivis kasus pemerasan itu berhasil lolos.

Petugas PGA Merapi bersama kepolisian kemudian berhasil meringkus pelaku dengan cara memancingnya untuk bertemu korban.

Pihak Polres Bukittinggi kini telah menahan pelaku dan melakukan penyelidikan lebih lanjut serta melakukan visum pada korban.

(Leo/Rah).