Mantan Bupati Ini Ucapkan Sesuatu di Dalam Pesawat, Pilot-Pramugari Langsung Syok Hingga Panik, Lihat Endingnya

Mantan Bupati Ini Ucapkan Sesuatu di Dalam Pesawat, Pilot-Pramugari Langsung Syok Hingga Panik, Lihat Endingnya

16 Juni 2022 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Mantan Bupati Buton Selatan La Arusani diturunkan paksa dari pesawat Wings Air, Selasa (14/6/2022).

Saat itu, ia hendak terbang dari Bandara Betoambari Kota Baubau menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Pasalnya, La Arusani melontarkan kalimat candaan di dalam pesawat dengan menyebut kata bom.

Kepala Suksesi Teknis Ops Keamanan dan Pelayanan Darurat UPB Betoambari Kota Baubau La Rano menyebut peristiwa itu terjadi sebelum pesawat lepas landas.

Menurutnya, La Arusani yang duduk nomor kursi 18 C menjadi penumpang terakhir yang naik ke pesawat dengan membawa satu koper.

Ketika itu, petugas pesawat mengarahkannya mengisi headtrack bagian tengah yang masih kosong karena kondisi jalur utama bagian belakang telah terisi penuh.

“Namun penumpang tersebut bercanda dengan mengatakan bahwa isi kopernya berupa bom,” ujarnya, Selasa (14/6/2022) dalam rilisnya.

Pramugari yang sedang mendampingi La Arusani pun mendengar kalimat tersebut dan lantas berkoordinasi dengan Pilot dan Avsec Ground handling.

Sejumlah petugas kemudian memaksa La Arusani turun dari pesawat dan melakukan interogasi di salah satu ruangan di bandara.

Di hadapan petugas Avsec dan Airline serta polisi sub sektor bandara, ia mengaku tidak sengaja mengucap kalimat tersebut.

Dia pun meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut serta meminta agar permasalahan tersebut bisa selesai secara kekeluargaan.

Sementara itu terkait laporan pidana terhadap pelaku, pihak bandara masih menunggu arahan PPNS dari pusat.

Kendati demikian, La Rano memastikan insiden tersebut tidak akan mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Betoambari.

Di sisi lain, pihak Wings Air Indonesia menyatakan tindakan terhadap penumpang tersebut sudah sesuai dengan standar penerbangan.

Pasalnya, menyampaikan informasi palsu, bergurau, atau mengaku membawa bom bandara dan pesawat bisa terjerat pidana penjara.

Aturan tersebut tertuang dalam UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Adapun Corporate Communication Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan pihaknya telah mengutamakan aspek keamanan (safety first).

Setelah penumpang itu mengeluarkan candaan dengan menyebut kata bom, pihaknya langsung melakukan penggeledahan.

Danang menyebut pihaknya tidak menemukan adanya bom setelah menggeledah pelaku maupun barang bawaannya.

(Yar/Rah).