Masih Ingat Harun Yahya? Pendakwah yang Dikelilingi Wanita Seksi, Begini Nasibnya Sekarang

Masih Ingat Harun Yahya? Pendakwah yang Dikelilingi Wanita Seksi, Begini Nasibnya Sekarang

13 September 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Nama pria asal Turki, Adnan Oktar alias Harun Yahya sempat menjadi sorotan publik beberapa waktu lalu.

Kakek berusia 64 tahun itu dikenal sebagai seorang pendakwah, televangelis, hingga penulis buku-buku Islam.

Harun Yahya terlibat dalam berbagai kasus mulai dari skandal seks, geng kriminal, pemerkosaan, pemerasan, penipuan, spionase politik dan militer, serta penyiksaan.

Melansir dari Daily Mail, akibat perbuatannya itu, dia pun mendapatkan vonis hukuman penjara selama 1.075 tahun pada Senin (11/1/2021) lalu.

Sosoknya, pernah mengklaim mempunyai 1.000 pacar dan selalu dikelilingi wanita cantik dan seksi yang ia juluki “Kittens”.

Dia juga dikenal sebagai televangelis karena kerap berdakwah di televisi bersama wanita-wanita berpakaian terbuka dan riasan tebal dengan iringan musik ceria.

“Ada luapan cinta di hatiku untuk para wanita, cinta adalah kualitas manusia, itu adalah kualitas seorang Muslim,” ujarnya, dalam sidang pada Oktober 2020 lalu.

Pada tahun 1990-an silam, Adnan Oktar pertama kali menjadi sorotan karena menjadi pemimpin sekte yang terlibat skandal seks.

Salah satu korbannya, CC, menyatakan Oktar berulang kali melakukan pelecehan seksual kepada para wanita.

Dalam kesaksiannya di persidangan, CC menyebut Oktar memperkosa para wanita tersebut kemudian memaksanya meminum pil kontrasepsi.

Pihak kepolisian pun menemukan 69.000 pil kontrasepsi di dalam rumah Oktar, namun dia berdalih pil itu untuk mengobati penyakit kulit dan gangguan menstruasi.

Tak hanya itu, Oktar juga dinyatakan bersalah karena membantu Pendakwah Muslim yang berbasis di Amerika Serikat, Fethullah Gulen.

Dia dinyatakan telah membantu Gulen yang saat itu dituding mendalangi upaya kudeta pada tahun 2016 silam, namun berujung gagal.

Pengadilan juga menghukum dua eksekutif di organisasi Oktar, Tarkan Yavas dan Oktar Babuna, masing-masing selama 211 dan 186 tahun.

Terdapat sekitar 236 tersangka yang telah diadili dalam kasus tersebut dan 78 di antaranya telah menjalani penahanan.

Meski demikian, Oktar dan sebagian besar tersangka lain tetap mengaku tidak bersalah sejak sidang pertama pada September 2019.

Sementara itu, pemerintah Turki juga menyita saluran televisi A9 milik Oktar setelah mendapat kecaman dari pimpinan agama di Turki serta tindak keras dari polisi.

Di sisi lain, sosok cendekiawan yang menyangkal teori evolusi Darwin itu ternyata tidak mempunyai latar belakang agama yang mumpuni.

Bernando J Sujibto mengemukakan klaim tersebut lantaran Oktar lahir dari lingkungan keluarga sekuler.

Dia pun juga bukan pakar di bidang sains, karena mengutip dari nu.or.id, pendidikannya di perguruan tinggi tidak tuntas semuanya.

Dia tercatat berkuliah di jurusan Desain Interior Universitas Mimar Sinan, lalu pindah ke jurusan Filsafat dan Sejarah Universitas Istanbul.

BBC Indonesia menyebut Oktar tinggal di sebuah viral mewah di Istanbul dan kerap mengunggah foto bersama perempuan-perempuan seksi.

Dia terbukti melakukan kejahatan seksual pada tahun 2018 lalu ditangkap bersama 235 pengikutnya dan mulai menjalani sidang pada September 2019.

(Mel/Rah).