Menang Banding, Hukuman Jaksa Pinangki Dipangkas jadi 4 Tahun Penjara, Ini Kata Hakim

Menang Banding, Hukuman Jaksa Pinangki Dipangkas jadi 4 Tahun Penjara, Ini Kata Hakim

15 Juni 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding Jaksa Pinangki dan memvonisnya dengan hukuman 4 tahun penjara.

Artinya vonis itu 6 tahun lebih ringan daripada vonis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang semula 10 tahun.

Vonis tersebut sama dengan tuntutan jaksa pada pengadilan tingkat pertama yakni 4 tahun penjara.

Hakim ketua dalam sidang Senin, 14 Juni 2021, ini adalah Muhamad Yusuf dan anggotanya Lafat Akbar, Brhj. Reny Halida Ilham Malik dengan paniteranya adalah Hadi Sukma. 

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa tersebut oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp 600.000.000, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan,” dikutip dari laman resmi PT DKI Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Tetap Terbukti Bersalah

Meski demikian, Jaksa Pinangki tetap terbukti bersalah atas tiga dakwaan, yakni suap, pencucian uang, dan pemufakatan jahat.

Jaksa Pinangki terbukti menerima USD 500 ribu atau sekitar Rp 7,3 miliar sebagai suap dari Djoko Tjandra.

Suap itu bertujuan agar Djoko Tjandra dapat pulang ke Indonesia tanpa harus menjalani hukuman 2 tahun penjara.

Djoko Tjandra terlibat dalam kasus cessie Bank Bali dengan pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) melalui Kejagung.

Hakim banding menilai bahwa Jaksa Pinangki terbukti dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Pemberantasan Tipikor. 

Dari total uang USD 500 ribu, ia mendapatkan USD 450 ribu atau sekitar Rp 6,6 miliar, sementara sisanya mengalir kepada Anita Kolopaking.

Kemudian hakim menilai Jaksa Pinangki terbukti melanggar Pasal 3 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Pasalnya Pinangki terbukti melakukan pencucian uang senilai USD 375.279 atau sekitar Rp 5.253.905.036.

Uang hasil suap dari Djoko Tjandra itu ia gunakan untuk membeli mobil BMW X5, pembayaran sewa apartemen di Amerika Serikat, pembayaran dokter kecantikan di AS, pembayaran dokter home care, pembayaran sewa apartemen, dan pembayaran kartu kredit.

Ketiga, Jaksa Pinangki melakukan pemufakatan jahat bersama Andi Irfan Jaya dan Djoko Tjandra untuk menyuap pejabat di Kejaksaan Agung dan MA senilai USD 10 juta.

“Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Memerintahkan Terdakwa tetap ditahan,” kata hakim.

(Leo/Ana)