MenPAN-RB Keluarkan Peringatan Keras ke Seluruh ASN, Ini Serius, Semua Wajib Baca

MenPAN-RB Keluarkan Peringatan Keras ke Seluruh ASN, Ini Serius, Semua Wajib Baca

2 September 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Masih hangat di ingatan beberapa pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Probolinggo yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mereka melakukan praktik suap jual beli jabatan untuk mengisi posisi kepala desa yang ada di Kabupaten Probolinggo.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo sangat menyayangkan aksi suap itu.

Menteri Tjahjo juga menjelaskan bahwa ada lembaga khusus yang mengawasi pengisian jabatan di instansi pemerintah yakni Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Sistem pengisian jabatan di luar jabatan pimpinan tinggi (JPT) perlu dibenahi. Perlu adanya penguatan pengawasan yang dapat meminimalisir hal tersebut. Salah satunya dilakukan melalui manajemen talenta sehingga mereka yang bertalenta yang dapat menduduki jabatan tertentu,” kata Tjahjo di Jakarta, seperti informasi yang diterima Rabu (1/9/2021).

Sedangkan untuk para tersangka, Menteri PANRB mengingatkan konsekuensi terberat yang bisa mereka dapatkan.

Yakni, ASN yang terlibat kasus tindak pidana korupsi bisa saja mendapat sanksi pemberhentian tidak dengan hormat.

Hal itu bergantung pada keputusan pengadilan telah inkracht.

Dalam kasus tersebut KPK menetapkan 22 orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi seleksi jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo Tahun 2021.

Dari 22 orang tersangka itu, empat orang berperan sebagai penerima yang termasuk Bupati Probolinggo dan suaminya.

Sedangkan sebagai pemberi sebanyak 18 orang yang akan menduduki pejabat kepala desa.

Sementara itu, untuk kedepannya Kementerian PANRB akan mentransformasi ASN di aspek pengisian jabatan.

“Saat ini, Kementerian PANRB tengah mengakselerasi transformasi ASN di berbagai aspek, salah satunya aspek pengisian jabatan,” tandasnya.

(Mel/Mel)