Minta Dibebaskan, Edhy Prabowo Sebut Sosok Ini dalam Alasannya, Waduh!

Minta Dibebaskan, Edhy Prabowo Sebut Sosok Ini dalam Alasannya, Waduh!

12 Juli 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Jaksa penuntut umum (JPU) KPK menuntut Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, 5 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan terkait kasus dugaan penerimaan suap terkait izin ekspor benih lobster. 

Tak hanya itu, Edhy juga harus membayar uang pengganti Rp 10,8 miliar, serta menerima pencabutan hak politik selama 4 tahun.

Dalam perkara ini, tidak hanya Edhy, Andreau Misanta Pribadi dan Safri (staf khusus Edhy Prabowo), Amiril Mukminin (sekretaris pribadi Edhy Prabowo), Ainul Faqih (sekretaris pribadi istri Edhy, Iis Rosita Dewi) dan Siswadhi Pranoto Loe (pemilik PT Aero Cipta Kargo) juga menjadi terdakwa.

Mereka menerima USD 77 ribu dan Rp 24,625 miliar sehingga totalnya mencapai sekitar Rp 25,75 miliar.

Uang tersebut berasal dari para pengusaha pengekspor benih benih lobster (BBL) terkait pemberian izin budidaya dan ekspor.

Salah satunya adalah Suharjito, Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP) yang menyuap Edhy Prabowo sebesar Rp 2,146 miliar.

Suharjito kini berada di Lapas Cibinong untuk menjalani hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 3 bulan.

Sementara itu, Edhy menilai tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK sangat berat.

Dalam pledoinya Edhy menyebut bahwa dia sudah menginjak usia 49 tahun dan masih memiliki tanggungan 3 anak.

“Saya sudah berusia 49 tahun, usia di mana manusia sudah banyak berkurang kekuatannya untuk menanggung beban yang sangat berat. Ditambah lagi saat ini saya masih memiliki seorang istri yang shalihah dan 3 orang anak yang masih membutuhkan kasih sayang seorang ayah. Sehingga tuntutan Penuntut Umum yang telah menuntut saya adalah sangat berat,” ujar Edhy dalam nota pembelaan atau pledoi di sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (9/7/2021). 

Edhy menilai tuntutan jaksa KPK tidak memiliki dasar dakwaan yang benar serta fakta-fakta yang kuat.

Dia meminta majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta untuk menghukum ringan atau bahkan membebaskannya dari tahanan.

Sampaikan Permohonan Maaf

Lebih lanjut, Edhy Prabowo sempat meminta maaf kepada keluarga besarnya, ibu serta istrinya.

Tidak lupa Edhy menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat Indonesia dan keluarga besar masyarakat kelautan dan perikanan.

Ia bahkan mengungkapkan permintaan maaf secara khusus kepada Presiden Joko Widodo dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

“Permohonan maaf secara khusus saya sampaikan kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Bapak Prabowo Subianto, yang selama ini telah memberikan amanah atau kepercayaan kepada saya. Tidak lupa permohonan maaf juga saya sampaikan kepada para pimpinan, staf dan seluruh pegawai KKP yang telah merasa terganggu dengan adanya perkara ini,” kata dia.

(Ana/Ana)