Oknum Pengacara dan Rekannya Ditangkap di Siantar, Kasusnya Begitu Berat

Oknum Pengacara dan Rekannya Ditangkap di Siantar, Kasusnya Begitu Berat

23 Juni 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Satuan Reserse Narkoba Polres Pematang Siantar nampaknya berhasil mengungkap beberapa kasus narkoba.

Pada Sabtu (19/6/2021), personel Satuan Reserse Narkoba Polres Pematang Siantar, berhasil menciduk oknum pengacara bersama rekannya.

Oknum pengacara itu berinisial FHR (31) dan rekannya yang merupakan pengedar sabu-sabu berinisial P (41), mereka beralamat di Jalan Sibatu-batu.

Tak hanya itu, di hari yang sama pada lokasi berbeda polisi juga meringkus W (21) warga Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun karena kedapatan memiliki ganja.

Semantara itu Kasat Reserse Narkoba AKP Kristo Tamba mengungkap kronologi penangkapan.

Awalnya petugas mendapat informasi dari warga bahwa ada dua orang sedang memakai sabu-sabu di sebuah kios di Jalan Sibatu-batu.

“Informasi dari masyarakat yang sudah resah, dilaporkan sama kami,” kata Kristo dikutip dari METRO24jam.com, Selasa, (22/6/2021) siang.

Mendapati hal itu, polisi segera menuju ke lokasi dan berhasil menangkap P dan FHR.

Bersama kedua tersangka, polisi mengamankan 1 set bong terbuat dari botol plastik dan pipa kaca bekas bakar berisi sabu-sabu seberat 1,54 gram (bruto).

Kemudian ada juga 2 potongan plastik klip, 3 plastik klip kosong, 1 buah mancis lengkap dengan jarum sumbu dan gunting.

Tak hanya itu, polisi turut menyita timbangan digital, kotak obat berisi kompeng karet, 2 batang pipet, sendok terbuat dari pipet dari tangan P dan uang Rp50.000 di kantong FHR.

Setelahnya petugas kembali mendapatkan informasi bahwa ada seorang terduga pria yang menjual ganja di salah satu warung tuak di Jalan Tuan Rondahaim Saragih, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba.

Polisi segera meluncur ke lokasi tersebut dan berhasil meringkus W.

Dari W polisi berhasil menyita sebuah plastik merah berisi daun, ranting dan biji ganja dengan berat 10,73 gram (bruto).

“Ketiganya mengaku seluruh barang bukti itu adalah milik mereka, ” tandas Kristo.

Kekinian ketiganya resmi menjadi tersangka dan berada di Mapolres Pematang Siantar guna proses penyelidikan lebih lanjut.

(Ana/Ana)