Oknum PNS Bersama Paman dan Keponakan Berbuat Hal yang Terlarang, Ya Ampun

Oknum PNS Bersama Paman dan Keponakan Berbuat Hal yang Terlarang, Ya Ampun

23 Juni 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Aparat kepolisian menangkap seorang pria berinisial S (36) dan keponakannya, AH (29).

Kasat Reskrim Polres Mataram AKP I Made Yogi Purusa Utama menjelaskan kedua paman dan keponakan itu terlibat bisnis haram.

“Kita tangkap paman dan keponakan yang melakukan peredaran gelap narkoba,” bebernya, Senin (21/6/2021), seperti dikutip dari Lombok Post.

Aparat kepolisian terlebih dahulu menangkap AH saat sedang bertransaksi sabu dengan oknum PNS di Pemkab Lombok Utara berinisial AF.

Ketika itu, polisi mendapati keduanya melakukan transaksi di sebuah kebun di Lingkungan Karang Rundun, Bertais, Sandubaya, Mataram.

Polisi mengamankan barang bukti berupa delapan paket sabu yang tertera harga Rp100 ribu sampai Rp250 ribu serta uang tunai Rp500 ribu.

Kepada polisi, AH mengaku mendapatkan sabu dari pamannya yang ternyata juga seorang DPO dalam kasus penganiayaan.

Polisi lantas meringkus S yang merupakan seorang penjaga gudang di tempat kerjanya di Jalan TGH Izzudin Bukhori, Lingkungan Bertais Selatan.

Di lokasi tersebut, aparat kepolisian mengamankan paket sabu beserta uang tunai yang diduga hasil penjualan sabu sebesar Rp6,1 juta.

Yogi mengatakan dalam penangkapan tersebut pihaknya telah mengamankan sabu seberat 5 gram dan juga senjata tajam dari tangan S.

S dan AH mengaku menjual sabu sejak tiga bulan lalu dengan harga bervariasi mulai dari Rp100 ribu hingga Rp250 ribu per paket.

Dalam satu hari, mereka mengatakan bisa menjual sebanyak 11 paket dengan keuntungan mencapai Rp700 ribu.

Keduanya kini terjerat Pasal 114 dan atau 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Sementara AF, ungkap Yogi, kini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut terkait perannya pada kasus tersebut.

(Leo/Rah).