Sungguh Tega! Orang Tua di Gowa Congkel Mata Anaknya Demi Pesugihan, Ya Ampun

Sungguh Tega! Orang Tua di Gowa Congkel Mata Anaknya Demi Pesugihan, Ya Ampun

6 September 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Sepasang orang tua di Malino, Tinggimoncong, Gowa, Sulawesi Selatan tega mencongkel bola mata putrinya sendiri.

Mirisnya, paman dan kakek korban juga turut membantu aksi penganiayaan terhadap bocah perempuan berusia 6 tahun tersebut.

Perbuatan kejam itu diduga terjadi karena mereka mempelajari ilmu hitam pesugihan untuk menjadikan korban sebagai tumbal.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan mengatakan pihaknya telah mengamankan keempat pelaku yakni HAS (43), TAU (47), US (44), dan BAR (70).

Zulpan menjelaskan yang pertama kali melakukan penganiayaan tersebut ialah sang ibu, HAS, dengan mencongkel mata kanan korban menggunakan jari tangannya.

“Aksi itu dibantu oleh bapaknya, TAU, paman korban, US dan kakeknya BAR dengan memegang kepala dan badan korban,” lanjutnya, Minggu (5/9/2021).

Zulpan menuturkan penganiayaan tersebut kemudian mengakibatkan mata sebelah kanan korban mengalami luka dan mengeluarkan darah.

Kini, pihaknya telah mengevakuasi korban ke rumah sakit serta berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Sulsel untuk melakukan pendampingan.

Zulpan menegaskan kini pihaknya konsen mitigasi terhadap korban dan memastikan pemerintah akan memberi keamanan, kenyamanan, dan mitigasi baik dan benar kepadanya.

Sementara itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan RSJ Dadi Makassar untuk memeriksa kondisi kejiwaan HAS dan TAU.

Sedangkan terduga pelaku US dan BAR, imbuhnya, saat ini telah diamankan di Polsek Tinggimoncong.

Di sisi lain, Zulpan menyebut anak memang kerap kali menjadi korban penganiayaan dari orang-orang terdekatnya.

Padahal, aturan aturan hukum di Indonesia telah mengatur perlindungan kepada anak bahkan dengan hukuman lebih berat jika dilakukan keluarga atau orang tua kandung.

Skema tersebut seharusnya bisa menjadi peringatan kepada orang tua agar tidak melakukan tindak kekerasan terhadap anak dengan alasan apapun.

(Mel/Rah).