OTT Oknum Jaksa Yogya, KPK Dalami Keterlibatan Wali kota dan Dinas PU

OTT Oknum Jaksa Yogya, KPK Dalami Keterlibatan Wali kota dan Dinas PU

11 November 2019 Off By Redaksi

YOGYAKARTA– Komisi Pemberatansan Korupsi (KPK) kembali lakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) oknum Jaksa di Yogyakarta, terkait kasus dugaan suap proyek drainase tahun anggaran 2019 Yogyakarta.

KPK tengah memeriksa 8 saksi. Mereka diperiksa untuk tersangka jaksa nonaktif di Kejaksaan Negeri Yogyakarta, Eka Safitra, yang juga ketua TP4D, terjaring OTT KPK, Kamis (07/11/2019).

Saat melakukan pemeriksaan, KPK menggali pengetahuan saksi soal dugaan Wali Kota Yogyakarta menyuap Eka Safitra.

Tak hanya sekesar itu, suap juga diduga diterima Eka Safitra dari Kepala Dinas PU, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Yogyakarta.

“KPK mendalami informasi terkait dengan dugaan penerimaan lain tersangka EFS (Eka Safitri) dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Wali Kota,” ungkap juru bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis (7/11/2019).

Febri mengatakan bahwa pemeriksaan saksi dilakukan di Kantor BPKP Perwakilan DIY.

KPK tidak merinci siapa saja delapan saksi yang diperiksa itu.

Febri juga tak menyebut pasti siapa wali kota dan kepala dinas PU yang dimaksud.

Namun, seperti diketahui, Wali Kota Yogya saat ini dijabat Haryadi Suyuti, sementara Kepala Dinas PU dijabat Agus Tri Haryono.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 3 tersangka yaitu Eka Safitra dan jaksa nonaktif pada Kejari Surakarta Satriawan Sulaksono serta Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri (Mataram), Gabriella Yuan Ana.

Eka atas bantuan Satriawan diduga menerima suap Rp 221,6 juta dari Ana.

Suap itu diduga diberikan lantaran Eka membantu perusahaan Ana mendapatkan proyek tersebut.

 

***

(EFG/BER)