Pengakuan Istri Pelaku yang Tusuk Mantan Bos 13 Kali di Bengkulu, Mengejutkan

Pengakuan Istri Pelaku yang Tusuk Mantan Bos 13 Kali di Bengkulu, Mengejutkan

12 Juni 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Sakit hati lantaran mantan bos perkosa sang istri, RD (23) nekat melakukan pembunuhan.

RD, seorang pria di Bengkulu dengan kejam membunuh mantan bosnya sendiri, A.

Menurut pengakuan istri RD, Ls (22), korban A sudah dua kali memperkosanya dan mengancam akan membunuh apabila ia melapor pada suaminya.

Selain mengancam membunuh, A juga sempat membujuk Ls untuk menceraikan suaminya dan berjanji akan menikahi Ls.

“Saya diperkosa pertama kali sekitar bulan puasa saat suami bekerja mencari anjing untuk berburu, lalu menyusul setelah lebaran. Dia ancam membunuh kami sekeluarga bila saya beri tahu tindakannya,” kata Ls saat ditemui di rumah kontrakannya dalam rekonstruksi yang digelar Polres Kepahiang, Kamis (10/6/2021).

Ls yang tidak kuat memendam akhirnya menceritakan aksi pemerkosaan itu pada suaminya.

Saat mendengar informasi itu, RD hanya memeluk Ls dan memintanya bersabar.

Ls tidak menyangka suaminya justru nekat membunuh mantan bosnya, A.

Kasat Reskrim Polres Kepahiang Iptu Welliwanto menceritakan kronologi kejadian.

Awalnya korban tengah minum tuak di rumah tersangka dan RD tiba-tiba menusuk A satu kali di bagian kaki.

Korban yang melawan kemudian lari ke lapangan dan di sanalah pelaku membacok korban sebanyak 13 tusukan.

Usai menusuk korban hingga tidak bernyawa tersangka kemudian melindas badan korban berulang kali menggunakan motor korban dan kabur.

“Pelaku dendam terhadap korban karena telah memperkosa istrinya sebanyak dua kali,” kata Iptu Welliwanto, Rabu (9/6/2021).

Kasus terungkap saat adik korban mendapat informasi dari karyawan gudang barang bekas bahwa A meninggal dunia.

Adik korban langsung melaporkan peristiwa pembunuhan tersebut ke polisi.

Menanggapi laporan itu, tim Satreskrim Polres Kepahiang kemudian menangkap tersangka di rumah salah seorang warga.

Kini RD telah resmi menjadi tersangka dan terjerat Pasal 340 jo Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

(Mel/Ana)