Penggali Kubur Ini Tak Mau Makamkan Jenazah Terpapar COVID Sebelum Dibayar 4 Juta, Ya Ampun

Penggali Kubur Ini Tak Mau Makamkan Jenazah Terpapar COVID Sebelum Dibayar 4 Juta, Ya Ampun

12 Juli 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Sungguh tidak terpuji aksi pungutan liar (pungli) oleh Redi cs, penggali kubur khusus jenazah yang terpapar Covid-19.

Mereka meminta uang senilai Rp4 juta kepada keluarga jenazah untuk prosesi pemakaman.

Meski keluarga mengaku tidak sanggup membayar Rp4 juta, Redi cs siap bernego.

Kasus pungutan liar ini terjadi di pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19 Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut, Bandung, Jawa Barat.

Kasus berawal saat salah seorang warga Kota Bandung, YT (47) hendak menguburkan ayahnya yang meninggal karena Covid-19 pada 6 Juli 2021.

Kemudian pada pukul 23.00 WIB, mereka membawa jenazah sang Ayah ke makam khusus Covid-19 di TPU Cikadut.

Namun sesampainya di sana, oknum penggali kubur malah meminta biaya pemakaman sebesar Rp4 juta.

Redi yang mengaku sebagai koordinator pemakaman Covid-19 di UPT TPU Cikadut menyebut pemerintah tidak menanggung pemakaman Covid-19 untuk non-muslim.

“Dia bilang pemakaman Covid-19 untuk non-muslim tidak dibayar pemerintah, hanya yang muslim saja yang ditanggung pemerintah. Dia minta Rp 4 juta supaya Ayah saya bisa dimakamkan,” kata YT saat dikutip dari KOMPAS.com, Sabtu (10/7/2021).

Keluarga YT hanya menyanggupi untuk membayar Rp2,8 juta setelah bernegosiasi.

Sebenarnya, YT masih minta harga turun hingga Rp2 Juta, namun salah seorang teman Redi mengatakan ada orang lain yang membayar sampai Rp3,5 juta.

Sepakat di angka Rp2,8 juta, YT meminta kepada pihak TPU Cikadut untuk membuat tanda terima dan rincian biaya sebelum membayar.

Dalam secarik kertas tanda terima , tertulis biaya gali liang lahad sebesar Rp1,5 juta; biaya angkut peti jenazah Rp1 juta; dan papan nisan salib sebesar Rp300.000. 

Tertera juga tanda tangan Redi pada kertas tanda terima tersebut dan ia sempat menyatakan bahwa pemakaman malam lebih mahal.

Mengaku ikhlas, akan tetapi YT masih merasa heran dengan pernyataan bahwa pemerintah tidak menanggung pemakaman Covid-19 non-muslim. 

Respons Ketua Harian Satgasus Penanganan Covid-19

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung sekaligus Ketua Harian Satgasus Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menyebut aksi tersebut adalah pungutan liar (pungli)

Pasalnya, Pemerintah Kota Bandung telah mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada pungutan biaya apapun untuk pemakaman jenazah pasien Covid-19

Lebih lanjut Ema menyebut penggali liang lahad dan pemikul peti jenazah khusus Covid-19 di TPU Cikadut telah mendapatkan upah harian dari Pemkot Bandung. 

Selain itu, pihaknya sudah melaporkan aksi pungli tersebut kepada polisi.

“Sudah diproses. Polsek setempat sudah melakukan pemanggilan. Sudah menugaskan Kepala Dinas Tata Ruang untuk secepatnya menyelesaikan sesuai aturan. Kalau oknum ini benar terbukti seperti pemberitaan ini, harus diberhentikan, karena bekerja di luar aturan dan merugikan masyarakat,” ucap Ema.

Sedangkan, tanda terima pungli akan menjadi barang bukti yang kuat untuk menjerat Redi cs.

(Mel/Mel)