Peras kepala Desa, Oknum LSM dan BPD Terancam 20 Tahun Penjara

Peras kepala Desa, Oknum LSM dan BPD Terancam 20 Tahun Penjara

10 Juni 2020 Off By YAARO

NESIATIMES.COM – Kepolisian Resor Bengkulu Utara, rabu (3/6/2020) menetapkan oknum Ketua, Wakil Ketua BPD dan 2 anggota LSM yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) sebagai tersangka lantaran terbukti melakukan pemerasan terhadap Darwinto, Kepala desa Muara Santan Kecamatan Napal Putih, Bengkulu Utara.

“Oknum tersebut berinisial YE (33) selaku ketua BPD dan FB (31) selaku wakil ketua BPD. Serta 2 oknum LSM berinisial BM (39) dan ZD (54) .,” kata Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Anton Setyo Hartanto SIK.,MH, seperti dikutip dari Bengkuluekspress.com

Penangkapan diilakukan Kamis, (28/5/2020), sekitar pukul 22.30 WIB. Setelah mendapatkan laporan langsung dari Darwinto, Kades Muara Santan Kecamatan Napal Putih.

Kronologi

Kasus pemerasan ini berawal pada tanggal 11 Maret 2020 lalu, dimana YE selaku ketua BPD desa muara santan bersama 1 orang anggota BPD lainnya membuat surat kuasa kepada LSM LPPNRI untuk dapat menindak diduga adanya kejanggalan dalam pelaksanaan Dana Desa(DD) Muara Santan tahun 2019 ke penegak hukum.

Setelah surat kuasa tersebut dibuat, ketua BPD dan lembaga LSM bersama sama melakukan pemeriksaan fisik Dana Desa Tahun Anggaran 2019.

Usai melakukan pemeriksaan fisik FB selaku wakil ketua BPD mengundang kepala desa Darwinto untuk bertemu di rumah makan Parida.

Setelah kepala desa sampai di lokasi, Oknum LSM dan BPD langsung meminta uang sebesar Rp 40 juta dengan ancaman jika tidak dituruti maka kasus akan dilanjutkan. Darwinto merasa terancam hanya menyanggupi uang sebesar Rp 5 juta.

Pada bulan Mei 2020, oknum meminta Rp 50 juta jika mau dibantu kasusnya. Atas hal tersebut kepala desa telah diancam oleh keselamatan maka membuat pengaduan kepada tim Saber pungli Polres Bengkulu Utara.

Oknum LSM dan BPD (Sumber: Bengkuluekspress.com)

Pelaku akan dijerat dengan pasal 12 e UU RI no 31 tahun 1999 sebagaimana di ubah dengan UU RI no 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Juncto pasal 55 ayat (1), KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara.

BERIKUT VIDEONYA