Perawat di Palembang Berbuat Dosa Bersama Saudara Sendiri, Tak Berkutik Saat Digerebek Polisi

Perawat di Palembang Berbuat Dosa Bersama Saudara Sendiri, Tak Berkutik Saat Digerebek Polisi

22 Juni 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Seorang oknum perawat di Rumah Sakit (RS) Palembang, Sumatera Selatan berbuat dosa lantaran terlibat jaringan peredaran sabu-sabu.

Polisi menangkap perawat bernama Debi Destiana (27) itu bersama dengan rekannya yang masih keluarga pada Kamis (17/6/2021) sekira pukul 10.30 WIB.

Adapun rekan yang masih keluarga itu adalah Mat Arif alias Mat Geplek (52), Faridah alias Cicik Idah (56) dan Marselia (40).

Semuanya warga Jl Mayor Zen, Lr Sukarami, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni Palembang.

Saat penangkapan polisi mengamankan barang bukti berupa dua bungkus plastik bening berisi Sabu seberat 15,54 gram, 1 buah timbangan digital, uang tunai Rp 2,4 juta, 3 unit handphone, 1 buah dompet.

“Kami tangkap oknum dan anggota keluarga lainnya setelah lebih dulu menangkap tersangka Mat Geplek,” kata Kasat Narkoba Polrestabes Palembang AKBP Andi Supriadi, dikutip dari jpnn.com, Senin (21/6/2021).

Dari sini, polisi berhasil mengembangkan dan mengamankan tiga pelaku lainnya yang terkait atau masih berhubungan keluarga.

Peran Para Pelaku

AKBP Andi kemudian memaparkan peran masing-masing pelaku.

Pelaku Cik Idah ternyata merupakan residivis narkoba yang sudah tiga kali keluar masuk penjara.

Cik Idah kerap membagi-bagikan barang sabu kepada Mat Geplek untuk kemudian dijual kembali dengan untung mencapai Rp65 juta jika habis.

Kemudian Mat Geplek menyimpan barang sabu itu di dalam rumah keponakannya yang bernama Marselia.

Marselia menyimpan barang itu di atas genteng rumahnya di lantai 2 dan akan mendapat upah Rp100 ribu setiap harinya.

Sementara Debi Destiana berperan untuk mengendalikan transfer uang ke bandar besar dalam bisnis ini.

Meski hasil tes urine semua pelaku negatif, namun kata AKBP Andi, mereka adalah satu jaringan keluarga di wilayah Kalidoni.

Lanjutnya, menurut keterangan pelaku bisnis ini sudah lama berjalan.

“Kami masih menyelidiki siapa bandar besar tempat mengambil barangnya dan bandar ini masih berasal dari Palembang dalam dua minggu barang habis dijual seharga Rp65 juta, lalu pesan lagi kepada bandarnya. Keuntungan pelaku sendiri Rp20 juta dalam dua minggu,” tutup Andi.

(Mel/Mel)