Keluarkan Peringatan Keras, BMKG Bicara Soal Potensi Gempa dan Tsunami 28 Meter, Waduh!

Keluarkan Peringatan Keras, BMKG Bicara Soal Potensi Gempa dan Tsunami 28 Meter, Waduh!

22 Juli 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan keras soal potensi gempa dan tsunami.

Peringatan tersebut terkait skenario terburuk gempa dan tsunami di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dengan prakiraan mencapai 25-28 meter.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati membeberkan potensi tersebut karena Kabupaten Pacitan dekat dengan teluk yang mengumpulkan tenaga gelombang tinggi.

Selain itu, juga relatif dekat dengan letak episentrum gempa sehingga bisa masuk dalam zona merah.

“Misalnya peta daerah Pacitan, Jawa Timur, warna merah menunjukkan gelombang tinggi 10-14 meter,” ungkapnya, seperti dikutip dari Antara pada Kamis (22/7/2021).

“Makin merah makin tinggi pula gelombang, warna kuning gelombang 2-3 meter, serta warna hijau gelombang setengah meter,” lanjutnya.

Menurutnya, ada 10 kajian ilmiah terkait prediksi bencana yang menjabarkan dalam peta tiga warna, yakni merah kuning, dan hijau guna mempermudah pemahaman.

Lebih lanjut, Dwikorita menjelaskan dalam kasus Kabupaten Pacitan, akses zona merah menuju zona hijau kemungkinan tercepat melalui sungai yang mengalir.

Kendati demikian, Dwikorita menyebut sungai tersebut juga berpotensi menambah dampak kerusakan wilayah.

Maka dari itu, perlu adanya jalur yang bisa mengintegrasikan penduduk di zona merah agar dapat evakuasi ke jalur zona hijau.

Menurut dia, seluruh jajaran di daerah harus membangun infrastruktur tahan gempa yang berguna sebagai jalur evakuasi.

Kemudian Dwikorita mengingatkan jangan sampai infrastruktur evakuasi tidak kuat menghadapi bencana seperti yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah.

Akibatnya, warga yang telah mempelajari evakuasi pun menjadi korban karena tidak tahu harus bagaimana saat  infrastruktur evakuasi rusak parah.

Di sisi lain, Dwikorita juga meminta empat langkah strategis yang dipaparkan Mensos Tri Rismaharini untuk segera diterapkan.

Empat langkah tersebut yakni mempelajari kearifan lokal penduduk untuk mempermudah evakuasi dan menggandeng pihak terkait komunikasi publik di saat putus komunikasi.

Lalu tidak meremehkan prakiraan BMKG serta Kemensos memahami kebutuhan warga yang riskan terhadap dampak bencana.

(Mel/Nov).