Ternyata Ini Pernyataan Dokter Lois yang Dianggap Hoaks COVID-19 Sehingga Ditangkap

Ternyata Ini Pernyataan Dokter Lois yang Dianggap Hoaks COVID-19 Sehingga Ditangkap

13 Juli 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan ungkap pernyataan yang membuat dokter Lois Owien terjerat pidana.

Adapun pernyataan tersebut menyoal masyarakat meninggal dunia bukan karena Covid-19 melainkan interaksi antar obat.

“Postingannya adalah ‘korban yang selama ini meninggal akibat Covid-19 adalah bukan karena Covid-19, melainkan diakibatkan oleh interaksi antar obat dan pemberian obat dalam enam macam,” kata Kombes Ahmad Ramadhan, Senin (12/7/2021).

Akibatnya, Ramadhan mengatakan dr Lois terjerat pasal berlapis dalam kasus ini.

Yakni tentang penyebaran berita atau informasi bohong yang berpotensi menimbulkan keonaran

“Dokter L telah menyebarkan berita bohong dan atau menyiarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan rakyat,” ujar Ramadhan.

Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45A Ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 14 Ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1946.

Serta pelanggaran karena telah menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah penyakit menular.

Pasal 14 Ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau Pasal 14 Ayat 1 dan UU Nomor 4 Tahun 1948 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sebelumnya, Unit 5 Subdit Tindak Pidana Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap dr Lois pada Minggu (11/7/2021) sekitar pukul 16.00 WIB.

Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengungkap adanya penahanan terhadap dr Lois.

Menurut Agus, pertimbangan penahanan itu merupakan kewenangan penyidik Polri.

Agus menuturkan, pertimbangan penahanan terhadap dokter Lois merupakan kewenangan penyidik Polri.

Menurut dia, ada alasan tersendiri bagi penyidik kepolisian untuk menahan dr Lois usai melakukan pemeriksaan.

(Mel/Ana)