Presiden Jokowi Marah Singgung Sekolah Ambruk hingga Telan Jiwa

Presiden Jokowi Marah Singgung Sekolah Ambruk hingga Telan Jiwa

8 November 2019 Off By NANAHARASUYA

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kemarahannya terkait tender elektronik konstruksi yang dikerjakan dipenghujung tahun.

Hal ini ia sampaikan dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 2019 di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Buruknya kualitas gedung berawal dari lambatnya dari proses lelang sebuah proyek.

Tender yang mepet akan membuat pekerjaan proyek konstruksi terburu-buru.

Sehingga bangunan akan memiliki kualitas mudah ambruk dan cepat rusak.

Jokowi tidak memungkiri ambruknya Sekolah Dasar Negeri Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, karena adanya pekerjaan proyek konstruksi yang terburu-buru.

Diketahui SDN Gentong ambruk hingga menelan jiwa, satu guru dan satu muridnya tewas saat proses belajar mengajar karena bangunan roboh.

Presiden RI ini sangat mempertanyakan e-tendering tersebut.

“Lepas Agustus masih urusan konstruksi masih lelang itu gimana,” ujar jokowi di lansir dari kanal YouTube metrotvnews (7/11/2019).
Idealnya tender diproses pada awal tahun, bukan akhir tahun.

Supaya pekerjaannya tidak serba cepat dan memiliki kualitas bangunan yang bagus dan kokoh.

Namun, masih banyak tender yang sedang berjalan di bulan November ini.

Pada akhirnya berimbas pada kualitas bangunan.

Jokowi dengan nada tinggi menunjukkan contoh akibat dari pekerjaan proyek yang serba terburu-buru.

“Akhirnya apa, ya kualitasnya pasti jelek jembatan ambruk ya kayak gini ini karna ini november masih tender gimana, SD ada yang ambruk, gedung, karena apa ya gini ini” ujarnya.

Ia sangat menyayangkan adanya pengerjaan proyek bangunan di bulan hujan ini.

Hal ini akan memaksakan pekerjaan untuk selesai dengan cepat.

Sehingga proyek konstruksi yang dikerjakan secara asal -asalan.

“Kerja cepat-cepatan dan pas kerja pas bulannya basah pas bulan hujan, ya sudah ngertilah kita, nggak mungkin lah kita membuat konstruksi semua pekerjanya kerja pakai payung, udah bohong lah kayak gitu” ujar Jokowi.

Namun Jokowi tidak memungkiri, hal seperti ini bukanlah hal yang pertama terjadi.

Proses tender yang selalu mempet ini sudah terjadi berulang-ulang di setiap tahunnya.

“Tapi kenyataannya ini masih banyak sekali itu tiap tahun kita ulang – ulang terus kesalahan – kesalahan seperti ini,” ungkap Jokowi.

Untuk itu, Jokowi menghimbau agar tidak terulang lagi kejadian seperti ini.

Karena bagaimana pun yang rugi adalah masyarakat.

“Kesimpulannya jelas sekali jangan seperti ini kita ulang lagi,” tegasnya.Presiden RI ini berjanji seandainya tahun depan ada laporan terkait e tendering seperti itu lagi, Jokowi akan turun tangan langsung.

“Tahun depan nanti kalau ada laporan lagi Pak Roni, e-tandering seperti itu akan saya lihat di kabupaten mana, di kota apa, di provinsi mana, atau di kementrian apa,” ujarnya.

Jokowi juga meminta agar semua pihak ikut mengawasi proses e tender proyek pemerintah
termasuk pembangunan gedung sekolah.

Presiden meminta untuk peristiwa atap gedung sekolah yang ambruk tidak terjadi lagi gara-gara proyek yang asal-asalan.

“Mindset harus diubah. Bulan Januari, ayo langsung main di tahun awal, kerja enak, kualitasnya pasti baik, kontraktornya juga tidak dikejar-kejar, kaya dikejar kejar hantu,” imbuh Jokowi.

***

Artikel ini telah tayang juga di Tribunnews.com dengan judul: “Tender Mepet, Presiden Joko Widodo Ngamuk Singgung Sekolah Ambruk hingga Telan Jiwa”