Ngaku Dewa Berwujud Manusia, Pria Ini Tantang Jokowi Adu Nyawa, Videonya Viral

Ngaku Dewa Berwujud Manusia, Pria Ini Tantang Jokowi Adu Nyawa, Videonya Viral

24 November 2021 0 By Redaksi

NESIATIMES.COMViral video menampilkan seorang pria yang mengaku-ngaku sebagai dewa berwujud manusia.

Dalam video itu, ia sampai nekat menantang Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk adu nyawa.

Akun Twitter @emile_guys, merupakan salah satu akun yang mengabadikan pengakuan pria itu yang kini sudah mencapai 17,1 ribu tayangan.

Dewa berwujud manusia pengen terkenal,” tulis akun ini sebagai keterangan Twitter sebagaimana yang NEESIATIMES.COM lihat pada Rabu (24/11/2021).

Pria yang mengaku dewa berwujud manusia itu berniat memperingatkan masyarakat jika Jokowi tidak pantas menjadi presiden.

Saya adalah dewa berwujud manusia. Dan saya bilang sama kamu, Jokowi enggak pantes jadi presiden. Dia biang keladinya kerusuhan ini,” kata pria tersebut dalam video.

Menurutnya, Presiden Jokowi tidak bisa mengurus negara bahkan menangani pandemi virus corona.

Dia juga menyebut orang nomor satu di Indonesia itu hanya bisa korupsi.

Lebih lanjut, pria itu kemudian membandingkan pencapaiannya sebagai mantan atlet yang sudah mendapatkan beragam medali sepanjang hidupnya.

Tak sampai di situ, pria itu lalu mengakui mendapat bayaran sebesar Rp 1 miliar per hari.

Bahkan dia juga mengklaim bahwa memiliki rumah Rp 50 miliar dan kantor di Singapura.

Pria itupun meminta agar videonya disebarluaskan di Indonesia dan tidak takut jika dilaporkan polisi.

Terakhir, pria ini menantang Presiden Jokowi untuk adu nyawa jika tidak mau turun dari jabatannya. 

Satu minggu gue kasih lu waktu, minta maaf sama gue, gue jadiin sekutu. Kalau enggak adu nyawa sama gua. Terimakasih,” pungkasnya.

Sontak saja, warganet membanjiri video tersebut dengan beragam komentar.

Mereka ramai memberikan sindiran karena menilai pria tersebut hanya membual saja.

Ini pasti dewa judi, yang mulai terusik bisnisnya karena kebijakan pemerintah. Kalau ada suatu bisnis yang terganggu karena kebijakan presiden, itu dapat dipastikan bisnisnya banyak merugikan instansi dan masyarakat, CATAT itu,” tulis salah seorang warganet.

(Leo/Leo)