Profil Fadli Zon, Politisi Gerindra yang Positif Covid-19, Ternyata Punya Banyak Prestasi

Profil Fadli Zon, Politisi Gerindra yang Positif Covid-19, Ternyata Punya Banyak Prestasi

31 Mei 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Politisi Gerindra Fadli Zon positif terpapar Covid-19 padahal ia sudah mengikuti vaksin Covid-19 pada Maret silam.

Melalui akun Twitter resminya, Fadli Zon mengumumkan kabar tersebut dan ia juga mengaku baik-baik saja.

Fadli Zon positif Covid-19 jelang usianya ke-50 tahun 1 Juni besok.

Profil Fadli Zon

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2014 – 2019 ini lahir di Jakarta, 1 Juni 1971. 

Melansir dari berbagai sumber, Senin (31/5/2021), Fadli Zon menghabiskan masa kecilnya dan menyelesaikan pendidikan dasar di desa Cisarua, Bogor.

Ia mengenyam pendidikan dasarnya di SDN Cibereum 3, Cisarua, Bogor dan melanjutkan di SMPN 1 Cisarua, di Gadog, Bogor, kemudian pindah ke SMP Fajar Jakarta.

Kemudian ia meneruskan pendidikan menengah atas di Jakarta tepatnya di SMA 31 Jakarta.

Namun, setelah dua tahun belajar di SMA Negeri 31, Jakarta Timur, Fadli akhirnya mendapat beasiswa dari AFS (American Field Service) ke San Antonio, Texas, Amerika Serikat.

Kala itu ia lulus dengan predikat summa cum laude.

Fadli kemudian melanjutkan studinya di program studi Sastra Rusia, Fakultas Sastra Universitas Indonesia (kini FIB UI).

Merupakan mahasiswa yang aktif saat kuliah, Fadli banyak mengikuti berbagai organisasi baik intra maupun ekstra.

Pada 1992-1993 ia pernah menjadi Ketua Biro Pendidikan Senat Mahasiswa FSUI.

Ia juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Senat Mahasiswa FSUI (1993) dan Ketua Komisi Hubungan Luar Senat Mahasiswa UI (1993-1994).

Sudah aktif dalam kehidupan politik sejak di kampus, terbukti Fadli pernah memimpin berbagai demonstrasi.

Tak hanya itu, ia juga menghidupkan kelompok-kelompok studi di dalam kampus UI era awal 1990-an.

Selain itu, ia juga bergabung dengan Teater Sastra UI.

Pada tahun 1994, Fadli Zon terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) I Universitas Indonesia.

Ia juga menjadi Mahasiswa Berprestasi III tingkat Nasional dan memimpin delegasi mahasiswa Indonesia dalam ASEAN Varsities Debate IV (1994) di Malaysia.

Pada tahun 2002, ia mengenyam pendidikan di London School of Economics and Political Science (LSE) di bawah bimbingan John Harriss dan Robert Wade.

Ia meraih gelar Master of Science (M.Sc) Development Studies dari The London School of Economics and Political Science (LSE) Inggris.

Pada tahun 2016, ia meraih gelar doktoral dari Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), Universitas Indonesia.

Beberapa prestasi Fadli di luar kampus antara lain:
  1. Sekjen dan Presiden Indonesian Student Association for International Studies (ISAFIS) pada 1993-1995.
  2. Pengurus pusat KNPI (1996-1999), pengurus pusat Gerakan Pemuda Islam (1996-1999)
  3. Anggota Asian Conference on Religion and Peace (ACRP) sejak 1996.

Bersama Prabowo Subianto, ia ikut mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya dan menjabat sebagai wakil ketua.

Sejak 8 Oktober 2015, Fadli juga dipercaya sebagai Chairman of Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC) atau Presiden Organisasi Parlemen Antikorupsi Sedunia.

(Mel/Mel)