Profil Sri Wahyumi Manalip, Eks Bupati Talaud yang Ditangkap KPK usai Bebas dari Penjara

Profil Sri Wahyumi Manalip, Eks Bupati Talaud yang Ditangkap KPK usai Bebas dari Penjara

30 April 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – KPK kembali menangkap Sri Wahyumi Maria Manalip, eks Bupati Kepulauan Talaud usai bebas dari penjara.

Sebelumnya, Sri Wahyumi Manalip menjalani hukuman 4,5 tahun penjara karena kasus suap proyek revitaliasi Pasar Beo dan revitalisasi Pasar Lirung di Kabupaten Talaud tahun anggaran 2019.

Namun, Mahkamah Agung memontong vonis hukuman itu menjadi dua tahun setelah mengabulkan pengajuan Peninjauan Kembali (PK).

Ketua KPK, Firli Bahuri membenarkan penangkapan tersebut.

“Betul, Saudari Sri Wahyumi Manalip dilakukan penyidikan terkait dengan perkara korupsi lainnya. Yang bersangkutan dulu tersangkut perkara korupsi berupa suap dan sudah menjalani vonis,” ujar Firli, Kamis (29/4/2021).

Usai penangkapan itu pada Kamis (29/4/2021), KPK kemudian menetapkan Sri Wahyumi sebagai tersangka dalam kasus kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2014-2017.

Siapa sebenarnya sosok Sri Wahyumi Maria Manalip? Simak profilnya berikut ini.

Awal Mula Perjalanan Karir

Sri Wahyumi Manalip mengawali karirnya menjadi Bupati Kepulauan talaud pada periode 2014-2019.

Saat penangkapan pertamakali oleh KPK pas 2019, saat itu jabatannya tersisa hanya 2,5 bulan.

Wanita kelahiran 8 Mei 1977 ini pernah maju sebagai Calon Bupati Talaud bersama dengan Petrus Simon pada Pilkada 2013.

Sukses memenangi Pilkada, Sri Wahyumi kemudian bergabung ke PDIP dan meninggalkan Gerindra, bahkan menjadi Ketua DPC PDIP Talaud.

Namun, kerjasama keduanya tidak bertahan lama lantaran PDIP menilai Sri Wahyum tidak aktif di partai dan memecatnya.

Lalu, di Pilkada 2018, Sri Wahyumi kembali maju dari jalur independen dan berpasangan dengan Gunawan Talenggoran.

Namun, pasangan ini kalah dari pasangan Elly Lasut-Mohtar Parapaga.

Tak lagi di PDIP, Sri Wahyumi kemudian pindah ke Hanura dan menjadi Ketua DPC Hanura Kabupaten Talaud.

Kontroversi Sebagai Bupati

Selama menjabat sebagai Bupati Talaud 2014-2019, Sri Wahyumi Manalip penuh dengan kontroversi.

Terlihat pada 2015, Sri Wahyumi Manalip sempat mendapat teguran dari Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang.

Teguran itu lantaran Sri Wahyumi, sebagai bupati tidak menjalankan APBD sesuai dengan konsultasi dari Tim TAPD Pemprov Sulut.

Tak hanya itu, aksi kontroversial Sri Wahyumi Manalip lainnya adalah saat dia tidak mengindahkan larangan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam memutasi Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Talaud.

Kemudian, pada Juli 2018 Sri Wahyumi kembali berulah dengan me-nonjob-kan lebih dari 300 ASN eselon II, III dan IV usai dia kalah pada Pilkada Talaud 2018.

Padahal, jelas undang-undang melarang kepala daerah melakukan mutasi usai Pilkada.

Lalu, kontroversial lainnya adalah ia pernah meninggalkan daerah selama 11 hari usai kalah dalam Pilkada Talaud 2018 lalu.

Tak hanya sekali berseteru, pada 2018 Mendgri bahkan pernah menonaktifkan Sri Wahyumi Manalip selama tiga bulan sebagai Bupati Talaud.

Hal itu berdasar pada penilaian Mendagri saat Sri Wahyumi Manalip melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa izin pada Oktober hingga November 2017.

Terkesan tidak bertanggung jawab, namun Sri Wahyumi Manalip beralasan bukan negara uang membiayai kepergiannya ke Amerika Serikat kala itu.

(Mel/Leo)