Soal Harga PCR RI Lebih Mahal dari India, Kemenkes Ungkap Alasannya

Soal Harga PCR RI Lebih Mahal dari India, Kemenkes Ungkap Alasannya

13 Agustus 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Merespons perbedaan harga tes PCR India dan Indonesia yang terpaut cukup jauh, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara.

Kemenkes menjelaskan bahwa penetapan harga tertinggi PCR di Indonesia sudah dikonsultasikan dengan berbagai pihak.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi kepada media.

“Pada waktu penetapan SE PCR tentunya sudah dilakukan konsultasi dengan berbagai pihak terkait termasuk auditor, jadi Kemkes tidak melakukan penetapan sendiri sama seperti penetapan HET (harga eceran tertinggi) obat,” kata Siti Nadia, Kamis (12/8/2021).

Meski demikian, Siti menyebut pihaknya terbuka menerima kritik dan saran.

Dia mengatakan akan mengevaluasi harga PCR jika itu perlu dilakukan.

Tarif batas tertinggi untuk swab PCR mandiri yang ditetapkan Pemerintah melalui Kemenkes sebesar Rp 900 ribu.

Penetapan standar tarif tersebut diputuskan Pemerintah melalui Kemenkes setelah menerima usulan dari berbagai pihak, sebab harga selama ini yang terlalu mahal.

Dilansir dari India Today, Kamis (12/8/2021), harga tes PCR di India makin lebih murah setelah pemerintah menurunkan harga tes untuk mendeteksi virus Corona itu.

Harga tes PCR di India turun dari 800 rupee atau sekitar Rp 150 ribu menjadi 500 rupee atau Rp 96 ribu berdasarkan kurs hari ini.

Harga tes PCR di India dengan Indonesia yang terpaut jauh ini pun disorot banyak pihak.

Adapun beberapa yang menyorot seperti pengacara kondang Hotman Paris hingga dr Tompi.

“Harga PCR atau swab harus semurah-murahnya!!! Negara harus hadir memastikan ini. Kenapa negara lain bisa lebih murah dari kita saat ini? Bukankah beli bayam 100 selalu lebih murah dari beli bayam 10. Ayolah Bisa! Mohon kendalinya Pak @Jokowi,” tulis Tompi di akun Twitternya.

(Stev/Stev).