Hotman Paris Sebut Kasus Rp 2 T Akidi Tio Hanya Candaan, Sulit untuk Dipidana, Ini Analisisnya

Hotman Paris Sebut Kasus Rp 2 T Akidi Tio Hanya Candaan, Sulit untuk Dipidana, Ini Analisisnya

5 Agustus 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Hotman Paris berikan tanggapannya terkait dana hingga Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 keluarga Akidi Tio.

Pada awal kabar adanya donasi senilai Rp 2 triliun, Hotman Paris sempat memberikan pujian.

Ia bahkan menyebut keluarga Akidi Tio lebih baik dari Bill Gates.

Namun, usai terungkap bahwa dana itu bodong, Hotman Paris menilai kasus itu seharusnya tidak bisa masuk ranah pidana.

“Kepada ibu-ibu di rumah yang sangat tertarik dengan Rp2 triliun di Palembang. Apakah itu kasus atau bukan? Kasus atau candaan?” tanya Hotman Paris.

Baginya, Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946, Undang-undang ITE ataupun Pasal 378 KUHP soal penipuan tidak bisa menjerat keluarga Akidi Tio.

Jika merujuk Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946, .enurut Hotman Paris berita bohong yang keluarga Akidi Tio sampaikan tidak sampai membuat keonaran.

Hotman menyebut, keonaran yang biasanya terjadi arahnya menuju pertentangan antar golongan, agama atau ke pemerintah.

Dia juga menilai Undang-undang ITE tidak pas untuk menjerat keluarga Akidi Tio dalam kasus ini.

“Kemudian ada juga yang mengatakan kenakan Pasal 28 Ayat 2 Undang-undang ITE. Itu kan sama juga, barangsiapa yang menimbulkan informasi pertentangan publik, SARA, golongan, agama. Ini berita tentang Rp 2 triliun kan tidak menimbulkan pertentangan agama, golongan. Bahkan menjadi hiburan, candaan dan informasi terbaru bagi ibu-ibu di rumah,” kata Hotman Paris.

Sedangkan, Pasal 378 KUHP soal penipuan juga sulit pasalnya Hotman menilai tidak ada korban dalam kasus tersebut.

Hotman Paris justru menyarankan agar pihak berwajib melakukan pemeriksaan terkait adanya dugaan dana keluarga Akidi Tio di Singapura.

Karena jika kabar tersebut benar adanya, kemudian tidak melapor pada SPT, maka keluarga Akidi terancam denda 200 persen.

Sementara itu, anak Akidi Tio, Heryanty, masih berstatus sebagai saksi terkait polemik bantuan Rp 2 triliun.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi di Palembang mengaku pihaknya masih melakukan pendalaman.

(Leo/Leo)