Anies Ubah Nama Jalan dan RSUD, Ketua DPRD DKI: Stop Bikin Kebijakan…

Anies Ubah Nama Jalan dan RSUD, Ketua DPRD DKI: Stop Bikin Kebijakan…

5 Agustus 2022 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi angkat suara atas aksi Gubernur Anies Baswedan yang kerap membuat kebijakan mengganti nama. 

Pasalnya, baru-baru ini Anies melakukan penjenamaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) jadi Rumah Sehat.

Padahal sebelumnya Anies sudah mengganti nama 22 jalan.

Prasetio merasa geram dengan aksi tersebut.

Menurut Prasetio, ketimbang mengganti nama RSUD, seharusnya Anies memunculkan terobosan program pembangunan atau pelayanan baru.

Kebijakan seperti ini menurutnya lebih efektif dan berdampak langsung kepada masyarakat. 

Karena itu, Prasetio menilai kebijakan yang dibuat Anies adalah ngawur. 

Ia pun meminta agar eks Mendikbud itu tak melakukan hal serupa ke depannya.

“Stop deh bikin kebijakan ngawur,” ujar Prasetio, seperti dikutip Jumat (5/8/2022).

Menurut politisi PDIP itu, Jakarta masih memiliki segudang masalah yang perlu segera ditangani. 

Yakni seperti persentase angka kemiskinan yang terus merangkak naik dan permasalahan kampung kumuh di tengah kota.

Jadi, menurutnya penjenamaan RSUD bukanlah hal yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Prasetio juga mengaku heran dengan kebijakan Anies memberikan penamaan Rumah Sehat. 

Menurutnya, sudah sejak dulu semua orang mengetahui rumah sakit adalah lokasi untuk mengobati penyakit.

Selain itu, penamaan rumah sakit sudah tertera jelas dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

Baca Juga:

MenPAN-RB Keluarkan Surat Edaran Baru, Seluruh Tenaga Honorer dan Pemda Wajib Tahu, Isinya Sangat Penting

Ganti Nama Rumah Sakit

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara resmi mengubah nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemprov DKI Jakarta.

Yakni menjadi rumah sehat.

Penjenamaan rumah sehat sendiri, kata Anies, sudah dirancang sejak 2019. 

Namun akibat pandemi Covid-19, realisasi daripada rencana tersebut sempat terhenti.

Anies menyebut penjenamaan ini dilakukan karena selama ini RS berorientasi pada kuratif dan rehabilitatif sehingga datang karena sakit.

Anies menyebut perubahan nama rumah sakit menjadi rumah sehat agar alam bawah sadar masyarakat terpatri, untuk datang ke rumah sakit tidak harus menjadi orang sakit. 

Namun juga agar bisa menjadi lebih sehat.

Penjenamaan rumah sehat, lanjut Anies juga cukup penting lantaran secara tidak langsung masyarakat Jakarta ke depannya akan selalu membicarakan kesehatan.

KPK Tetapkan 3 Eks Pimpinan DPRD Jadi Tersangka.

Yuk! baca artikel menarik lainnya dari NESIATIMES.COM di GOOGLE NEWS

Baca Juga:

(Ven/Hsb)