Sejumlah TNI Hajar Warga di Buleleng Bali, Videonya Viral, Ternyata Ini Pemicunya

Sejumlah TNI Hajar Warga di Buleleng Bali, Videonya Viral, Ternyata Ini Pemicunya

24 Agustus 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto menjelaskan terkait video yang kekinian viral di media sosial.

Video tersebut menampilkan sejumlah prajurit TNI melakukan kekerasan terhadap seorang warga di Desa Sidatapa, Banjar, Buleleng, Bali.

Windra memaparkan, aksi kekerasan tersebut merupakan pembelaan dari anggotanya karena warga tersebut terlebih dahulu melakukan pemukulan.

“Kepala saya dipukul dari arah belakang oleh salah satu warga di sana, melihat saya selaku Komandan Kodim dipukul, anggota saya yang sedang melakukan tugas langsung bereaksi, akhirnya dipukul lah orang itu,” jelasnya, Senin (23/8/2021).

Lebih lanjut, Windra mengungkapkan peristiwa tersebut bermula ketika pihaknya melakukan tracing dengan swab test antigen pada Senin.

Saat itu, pihaknya bertugas bersama tim gabungan dari Satgas Kabupaten Buleleng yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan.

Hal tersebut, jelas Windra, lantaran sebelumnya tercatat ada 27 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan dua orang meninggal dunia.

Dari sekitar 500 sasaran, tim gabungan telah berhasil melakukan tracing kepada 104 orang sebelum insiden tersebut terjadi.

Kemudian sekitar pukul 11.00 Wita, dua remaja laki-laki yang berboncengan menggunakan sepeda motor menolak ketika petugas menghentikan di penyekatan jalan.

Windra mengatakan dua remaja tersebut justru menabrak salah satu petugas sehingga dilakukan pengejaran untuk dikonfirmasi.

Kedua remaja tersebut malah menyebut petugas telah menghalangi jalan dan terus meronta-ronta karena tidak mau melakukan swab test antigen.

Beberapa saat kemudian, orang tua kedua remaja tersebut datang dan menarik anaknya agar tidak perlu melakukan swab.

Namun tiba-tiba ada seorang warga yang memukul kepala Windra dari arah belakang ketika dia sedang mengarahkan orang tua remaja tersebut.

Tak terima, sejumlah anggota TNI pun lantas bereaksi dengan melakukan pemukulan terhadap warga tersebut.

Selanjutnya, Windra menyebut upaya mediasi antar kedua belah pihak tidak berhasil karena pihak warga tetap menyalahkan pihak TNI dan memutuskan untuk melanjutkan proses hukum.

Sementara Windra juga mengaku melapor ke polisi karena ada anggotanya yang ditabrak dan dia juga dipukul dari belakang.

(Mel/Rah).