Sekjen PSI: Mantan Maling Uang Rakyat Kok Dicalonkan Lagi?

Sekjen PSI: Mantan Maling Uang Rakyat Kok Dicalonkan Lagi?

29 Juli 2019 Off By Redaksi

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (Sekjen PSI), Raja Juli Antoni menyesalkan sikap partai yang masih saja mencalonkan para mantan narapidana kasus korupsi dalam pemilu. Baik itu pemilu kepala daerah maupun pemilu legislatif.

Menurutnya, dengan dicalonkannya para mantan napi koruptor, partai-partai seolah-olah menyatakan kalau tidak ada lagi kader yang baik dan layak untuk dicalonkan.

“Kayaknya gak ada orang baik lagi saja di republik ini. Mantan maling uang rakyat dicalonkan lagi,” sesalnya dalam cuitan di akun Twitter pribadinya, @AntoniRaja, Minggu (28/7/2019).

Padahal, untuk tidak lagi mencalonkan para mantan napi koruptor hanya butuh political will yang sangat sederhana.

Menurut Sekjen PSI ini, asalkan partai benar-benar melihat korupsi sebagai masalah utama bangsa ini.

“Entah apa sulitnya tidak mecalonkan pejabat publik (eksekutif dan legislatif) mantan terpidana korupsi?” tangkasnya.

Raja Juli menyatakan ini menanggapi kembali ditangkapnya Bupati Kabupaten Kudus, Jawa Tengah,Muhammad Tamzil olen Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tamzil bersama 8 orang lainnya diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) beberapa waktu lalu.

Mereka diduga terlibat dalam kasus jual beli jabatan di Kabupaten Kudus.

Untuk diketahui, Muhammad Tamzil sendiri juga pernah dihukum penjara atas kasus korupsi saat menjabat sebagai Bupati Kudus untuk periode tahun 2003 sampai 2008.

Saat itu dia dinilai terbukti sah dan meyakinkan melakukan korupsi atas dana bantuan sarana dan prasarana pendidikan Kabupaten Kudus tahun anggaran 2014.

Ketika itu, Februari 2015, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang menghukum Muhammad Tamzil dengan hukuman penjara selama 22 bulan dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan.

 

(EFG/BER)