Sidang Bahar Bin Smith, Terungkap Kronologi Penganiayaan Terhadap Sopir Ojek Online, Mengejutkan

Sidang Bahar Bin Smith, Terungkap Kronologi Penganiayaan Terhadap Sopir Ojek Online, Mengejutkan

8 April 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM — Terungkap kronologi kasus penganiayaan sopir taksi online oleh terdakwa Bahar bin Smith.

Jaksa mengungkap kronologi kejadian dalam sidang kasus penganiayaan itu di Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Selasa (06/04/2021) kemarin.

“Terdakwa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, jika kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka,” ujar Sukanda, jaksa Kejati Jabar sebagaimana dikutip dari KOMPAS.com.

Berawal saat Andriansyah menjemput istri Bahar, Jigana Roqayah di kediamannya.

Saat itu korban akan mengantar Jihana untuk berbelanja di Pasar Asemka, Jakarta Pusat, mengendarai Toyota Calya pada Selasa (4/9/2018).

Namun sorenya, usai berbelanja keduanya tak bisa langsung pulang karena arus lalu lintas macet.

Kemudian, sembari menunggu jalan tidak macet, Jihana mengajak Andriansyah untuk makan di rumah makan Padang di Jalan Mangga Besar.

Sekitar pukul 20.00 WIB, mereka melanjutkan perjalanan pulang ke rumah Jihana Roqayah dan tiba sekitar pukul 23.00 WIB.

Pemukulan oleh Bahar bin Smith

Bahar bin Smith yang sudah menunggu di depan pintu langsung masuk ke dalam mobil Andriansyah dan minta di antar ke tempat parkir mobil Bahar.

“Pada saat itu, terdakwa berkata kepada saksi korban ‘Ente tau ane?’ lalu dijawab saksi korban Andriansyah ‘tidak tahu’. Kemudian terdakwa mengatakan ‘Ane Habib Bahar’,” ujar Sukanda.

Lantas Bahar bin Smith pun memukul Andriansyah.

Mendapat pukulan itu, korban keluar dari mobil namun pelaku tetap memukul korban sebanyak 10 kali hingga jatuh ke tanah.

Setelah saksi korban jatuh, terdakwa memegang kaos di bagian lehernya dan menyeret saksi korban ke mobil Pajero Sport milik Bahar.

Dalam aksinya tersangka mendapat bantuan dari Wiro yang hingga kini masih DPO.

Di dalam mobil, dengan posisi saksi korban telungkup, tersangka melakukan pemukulan di kepala belakang saksi korban.

Tersangka memukul korban dengan tangan kosong dan menginjak-injak kepala korban hingga kepalanya mengalami memar.

Walhasil, pihak berwajib mendakwa Bahar bin Smith dengan pasal 170 KUHP ayat (2) ke-1 tentang kekerasan dalam dakwaan pertama dan Pasal 351 KUHP ayat 2 tentang penganiayaan Jo Pasal 55 KUH Pidana.

Sebelumnya, kejadian penganiayaan terjadi pada Selasa 4 September 2018 di kediaman Habib Bahar, Perumahan Bukit Cimanggu Kecamatan Tanah Sereal Kota Bogor.

Dalam aksi penganiayaan itu terdapat satu korban yakni Andriansyah, seorang sopir taksi online.

(Mel/Mel)