Simak! Ini Aturan Terbaru Saat Perjalanan, Berlaku 19-25 Juli 2021

Simak! Ini Aturan Terbaru Saat Perjalanan, Berlaku 19-25 Juli 2021

20 Juli 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Pemerintah kembali mengeluarkan aturan baru untuk perjalanan jarak jauh atau antar daerah rute domestik.

Ketentuan yang tertuang dalam SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 15 tahun 2021 itu guna menekan pergerakan masyarakat selama masa Idul Adha 1442 Hijriah.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menyatakan aturan perjalanan tersebut berlaku bagi semua moda transportasi.

“Ini berlaku untuk perjalanan menggunakan transportasi di semua moda maupun untuk kendaraan pribadi,” terangnya, Sabtu (17/7/2021), dalam konferensi pers virtual.

Aturan tersebut akan mulai berlaku pada 19 hingga 25 Juli 2021 dan bisa diperpanjang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Dalam aturan tersebut, warga yang boleh melakukan perjalanan jarak jauh hanya yang bekerja di sektor esensial dan kritikal.

Selain itu juga warga dengan kepentingan mendesak seperti pasien sakit keras dan ibu hamil dengan pendamping maksimal satu orang.

Kemudian, orang dengan kepentingan persalinan dengan pendamping maksimal dua orang serta pengantar jenazah Covid-19 maksimal lima orang.

Di sisi lain, pemerintah juga membatasi warga berusia di bawah 18 tahun untuk sementara tidak boleh melakukan perjalanan jarak jauh terlebih dahulu.

Kementerian Perhubungan menetapkan syarat bagi warga yang boleh melakukan perjalanan jauh, meliputi:

  • Pelaku perjalanan jarak jauh dengan transportasi udara dari dan ke Jawa-Bali wajib melakukan vaksinasi minimal dosis pertama serta menunjukkan hasil negatif Covid-19 dari tes swab PCR dengan masa berlaku tes 2×24 jam.
  • Pelaku perjalanan jarak jauh dengan transportasi non udara dari dan ke Jawa-Bali wajib melakukan vaksinasi minimal dosis pertama serta menunjukkan hasil negatif tes swab PCR dengan masa berlaku tes 2×24 jam atau tes swab Antigen dengan batas waktu 1×24 jam.
  • Sementara pelaku perjalanan jarak jauh selain di wilayah Jawa-Bali wajib menunjukkan hasil negatif tes swab PCR atau Antigen.
  • Ketentuan menunjukkan kartu vaksin kecuali bagi kendaraan logistik, sedangkan bagi yang berkepentingan mendesak, seperti pasien sakit keras, ibu hamil, dan pengantar jenazah non-covid harus tetap menunjukkan hasil tes negatif Covid-19.
  • Pelaku perjalanan wajib membawa surat tanda registrasi pekerja (STRP) atau surat keterangan lainnya, seperti surat tugas dari pimpinan perusahaan atau surat dari eselon II bagi pegawai pemerintahan dengan berstempel cap basah atau tanda tangan secara elektronik.

(Mel/Rah).