Soal Donasi Palestina, Permintaan Husin Shihab ke UAH Sederhana, Cukup Tunjukkan Bukti Transfer Saja!

Soal Donasi Palestina, Permintaan Husin Shihab ke UAH Sederhana, Cukup Tunjukkan Bukti Transfer Saja!

1 Juni 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Dalam acara “Apa Kabar Indonesia” bertajuk “Nyinyir Donasi Palestina, Layak Dipidana?” Ketua Cyber Indonesia Habib Husin Alwi Shihab atau Husin Shihab menyinggung soal donasi Palestina oleh Ustaz Adi Hidayat (UAH).

Ia meminta UAH untuk terbuka soal laporan dana donasi Palestina dan menunjukkan bukti-bukti transfer penyaluran dana donasi Palestina itu.

“Sebetulnya tinggal dibuktikan aja bukti transfernya. Saya dan kawan-kawan beberapa kali bikin donasi, dan ada bukti transfer, validasi dari bank,” kata Husin Shihab, dikutip nesiatimes.com dari tayangan Youtube TvOneNews, Rabu (1/6/2021).

Menurutnya, UAH tinggal menunjukan bukti jika memang merasa sudah mentransfer dana ke MUI, relawan di Palestina ataupun mahasiswa-mahasiswa Palestina untuk sekolah di Indonesia.

Karena berita simbolis saja tidak cukup untuk menjadi bukti yang jelas bagi masyarakat.

Dalam masalah hukum harus ada bukti yang jelas dan pasti.

Hal tersebut juga agar tidak timbul fitnah di tengah masyarakat karena kurangnya keterbukaan publik.

Terlebih hal-hal seperti ini dinilai sangat sensitif dan sangat rentan untuk diselewengkan.

Husin Shihab pun mengatakan bahwa wajar beberapa pihak seperti Mas Eko Kuntadhi dan Mas Guntur Romli mempertanyakan perihal donasi itu.

Pasalnya Indonesia punya aturan yang jelas terkait prosedur-prosedur pengumpulan dana yang tertuang pada UU Nomor 9 Tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang atau Barang.

Ia juga sempat membahas soal pengumpulan dana Ustaz Abdul Somad (UAS) untuk membeli kapal selam.

Sementara bukti kemana mengalirnya dana tersebut masih jadi pertanyaan masyarakat.

Tidak lupa, Husin Shihab juga mengingatkan semua pihak agar jangan memanfaatkan momentum untuk membantu hanya untuk memperkaya diri dan golongan.

“Jangan sampai dengan adanya momentum untuk membantu itu dimanfaatkan untuk memperkaya diri sendiri dan kelompoknya. Itu yang kita khawatirkan,” pungkas Husin Shihab.

(Mel/Mel)