Sosok Kristina, Paskibraka yang Gagal ke Istana padahal Sudah Lolos Seleksi

Sosok Kristina, Paskibraka yang Gagal ke Istana padahal Sudah Lolos Seleksi

18 Agustus 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Siswi kelas 11 SMA Negeri 1 Mamasa, Sulawesi Barat bernama Kristina menjadi perbincangan publik.

Pasalnya, siswi yang telah lolos dan menjadi peringkat pertama anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) itu terpaksa mengubur mimpinya.

Kristina seharusnya mewakili Sulbar sebagai Paskibraka di Istana Negara pada puncak HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2021.

Namun, hasil swab menyebut Kristina positif Covid-19 sehingga Dinas Pendidikan dan Olahraga Sulbar harus menganulir namanya.

Sempat merasa janggal, Kristina pun kembali melakukan swab di Puskesmas Mamasa dua hari setelahnya dan hasilnya negatif.

Namun, pihak Dispora Sulbar tetap mencabut hak Kristina untuk berangkat ke Istana dan menggantikan dengan seorang Paskibraka dari luar, yang namanya tidak ada dalam daftar peringkat hasil seleksi.

Batal berangkat, Kristina memilih pulang ke kampung untuk berkumpul dengan orang tuanya di Desa Salutabang, Kecamatan Bambang.

Dia pun mengaku hanya bisa berdoa agar Tuhan memberikan yang terbaik sehingga suatu saat bisa meraih cita-cita dan membanggakan kedua orang tuanya.

Melansir Senin (16/8/2021), Kristina merupakan sosok pelajar yang berprestasi yang tinggal di pelosok Kota Mamasa.

Sang ayah bekerja sebagai buruh tani, sementara ibunda anak bungsu dari tiga bersaudara itu merupakan seorang ibu rumah tangga.

Kristina lahir dan besar di rumah berukuran 3×4 meter dan baru tahun ini menerima bantuan bantuan renovasi rumah dari Kementerian PUPR.

Selama sekolah, Kristina mengontrak di sebuah kamar kos di Kota Mamasa karena jarak tempuh yang tidak memungkinkan untuk bolak balik setiap hari.

Jarak tempuh antara Kota Mamasa dengan tempat tinggal Kristina mencapai empat jam perjalanan dengan kondisi jalan setapak, terjal, dan berlubang.

Bahkan saat musim penghujan, kendaraan roda empat pun tak bisa melintasi jalanan tersebut.

Di sisi lain, Kristina mengatakan dia mempunyai cita-cita ingin menjadi polisi wanita agar dapat mengabdi tulus kepada negara.

Meski saat ini gagal menjadi Paskibraka di Istana, namun dia mengaku akan tetap bertekad bulat meraih cita-citanya tersebut.

Sebelumnya, paman Kristina, Melki Sedek, bahkan sempat meluapkan kekecewaannya dengan mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo.

Kristina pun juga sempat ditawari untuk menjadi Paskibraka di Provinsi Sulbar dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI namun dia menolaknya.

(Mel/Nov).