Terungkap Sosok ZS, Oknum Hakim yang Digerebek dengan Istri Orang

Terungkap Sosok ZS, Oknum Hakim yang Digerebek dengan Istri Orang

7 Juli 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Viral kabar oknum hakim berinisial ZS dengan seorang wanita bersuami di Rantauprapat.

Hakim ZS kepergok tengah berduaan dengan L di KTV FS, Brastagi Supermarket Rantauprapat, Kamis (1/7/2021).

Melansir dari INDOZONE, ZS merupakan salah satu hakim pranata utama di Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat.

Pria kelahiran Nias Utara, 25 Mei 1978 ini sudah menginjak usia 43 tahun dan memiliki istri.

Selama bertugas di PN Rantauprapat, hakim ZS pernah menjadi anggota majelis hakim dalam kasus narkotika dengan terdakwa Poltak Pandapotan Manurung alias Sawal.

Pada 10 September 2020 hakim memvonis terdakwa dengan hukuman 4 tahun penjara.

Kemudian, dia kembali menjadi anggota majelis hakim pada 3 Februari 2021 dalam sidang putusan dengan terdakwa Ronni Manurung alias Roni.

Terdakwa Ronni atas kasus penyalahgunaan narkoba harus menerima hukuman pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan denda sejumlah Rp800 juta. 

Sementara itu, video penggerebekan Hakim ZS dan L juga viral di media sosial.

SZ terlihat memakai kemeja safari lengan panjang dengan celana linen krem.

Sedangkan, L, sang selingkuhan memakai baju warna biru dan jins biru dongker.

Di dalam ruang karaoke, terlihat istri sah oknum hakim tersebut sedang menangis.

Beberapa orang mencoba menenangkan, namun tangisnya tak kunjung reda.

Tanggapan Humas Pengadilan Tinggi Medan

Di sisi lain, Humas Pengadilan Tinggi (PT) Medan, John Pantas Lumban Tobing mengaku akan membentuk tim untuk memeriksa hakim SZ.

“Langkah cepat kita ambil. Untuk saat ini kita masih menunggu hasil laporan dari (PN) Rantauprapat. Nanti kita bentuk tim, ada tiga orang untuk memeriksa yang bersangkutan,” kata John saat dikonfirmasi Indozone via telepon seluler, Selasa (6/7/2021).

Menurut John, ada tiga jenis hukuman disiplin, yakni hukuman disiplin ringan, sedang, dan berat bagi Hakim SZ.

Nantinya, sanksi bagi Hakim SZ akan bergantung pada hasil pemeriksaan.

Ia menilai tindakan hakim SZ telah mencoreng nama baik institusi pengadilan.

Meski demikian, John belum dapat memastikan adanya sanksi pemecatan. 

Pasalnya praduga tak bersalah tetap perlu ditegakkan dalam kasus ini.

(Mel/Mel)