Suami Berbuat Nekat, Dorong Istri dari Tebing 1000 Kaki, Alasannya Bikin Geram, Yaampun

Suami Berbuat Nekat, Dorong Istri dari Tebing 1000 Kaki, Alasannya Bikin Geram, Yaampun

18 Februari 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM — Hakan Aysal (40), seorang suami di Turki menjadi terduga kasus pembunuhan terhadap istrinya sendiri.

Semra Aysal (32) yang saat itu tengah hamil 7 bulan tewas mengenaskan bersama bayi dalam perutnya.

Semra tewas usai jatuh dari tebing setinggi 1.000 di Butterfly Valley, di kota Mugla, Turki tenggara pada Juni 2018.

Melansir dari SINDONEWS.com, kejadian nahas itu terjadi saat Semra berlibur dengan suaminya.

Namun, menurut jaksa, “kecelakaan” itu sebenarnya adalah pembunuhan yang Hakan telah rencanakan sehingga ia bisa mendapatkan uang dari asuransi kematian korban.

“Dia [Hakan] merencanakan pembunuhan istrinya dengan mengambil asuransi kecelakaan diri atas namanya dengan jaminan 400.000 lira Turki (TRY) dan satu-satunya penerima manfaat adalah dirinya sendiri,” bunyi dokumen dakwaan untuk kejahatan “pembunuhan yang disengaja”.

Jaksa memaparkan Hakan sempat berfoto selfie dengan istrinya sebelum mendorongnya dari tebing.

Bahkan keduanya telah duduk di tebing itu selama 3 jam.

Menurut Jaksa, Hakan sengaja melakukan hal itu untuk memastikan tidak ada orang yang melihat saat ia mendorong istrinya itu.

Semuanya menjadi lebih jelas saat Hakan mencoba mengklaim pembayaran asuransi sebesar TRY 400.000 beberapa saat setelah kematian istrinya.

Namun klaim itu ditolak ketika berita penyelidikan kematian Semra terungkap.

Kemudian, berdasarkan kesaksian dari saudara laki-laki korban, Naim Yolcu, Hakan bahkan tidak tampak sedih saat mereka mengambil jenazah Semra di Institut Kedokteran Forensik.

Parahnya, menurut Naim Yolcu, Hakan juga mengambil tiga pinjaman atas nama Semra.

Lalu kecurigaan berlanjut karena sepengetahuan Naim Yolcu, Hakan takut akan ketinggian dan tidak mungkin untuk melakukan olahraga ekstrem.

Respons Hakan

Sementara itu Hakan membatah semua tuduhan dan kecurigaan yang mengarah padanya.

Hakan mengaku ia tertarik dengan olahraga ekstrem sejak 2014, seperti parasut, bungge jumping dan arung jeram.

Oleh karena tarikannya itu, ia membuat asuransi jiwa sebelum menikah.

Terkait pasal dalam asuransi kecelakaan diri yang menyatakan:

“jika Semra Aysal meninggal dunia maka ahli warisnya adalah suami Hakan Aysal. Jika Hakan Aysal meninggal, ahli warisnya adalah kerabat keluarga”.

Menurut Hakan, ia tidak banyak memeriksa kebijakan asuransi tersebut karena bankir yang mengatur dokumennya.

Ia hanya membawa dokumen tersebut ke istrinya untuk meminta tanda tangan dan tidak mengetahui ada pasal seperti itu.

Hakan bahkan membantah keras bahwa ia bertanggung jawab atas kematian istrinya.

Setelah mengambil foto selfie, kata Hakan, ia meletakkan ponsel itu di dalam tas istrinya.

“Kemudian dia meminta saya untuk memberikan telepon kepadanya. Saya bangun dan kemudian mendengar istri saya berteriak di belakang saya ketika saya berjalan beberapa langkah untuk mengambil telepon dari tasnya. Ketika saya berbalik, dia tidak ada di sana. Saya tidak mendorong istri saya,” ujarnya, seperti dikutip Mirror, Selasa (16/2/2021).

Hingga saat ini, investigasi kasus jatuhnya Semra dari tebing bersama bayi dalam perutnya masih berlanjut.

(Mel/Ana)