Banyak yang Terkena COVID-19 Meski Sudah Divaksin, Kenapa? Ini Penyebabnya Menurut WHO

Banyak yang Terkena COVID-19 Meski Sudah Divaksin, Kenapa? Ini Penyebabnya Menurut WHO

19 Agustus 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Beberapa kasus positif Covid-19 justru menjangkit orang yang sudah menerima vaksin Covid-19.

Hal itu membuktikan bahwa meski sudah vaksin, bukan berarti orang tersebut kebal terhadap paparan Covid-19.

Melansir dari situs resmi WHO pada Kamis (19/8/2021), para ahli menyebut fenomena tersebut sebagai breakthrough infection.

Ahli penyakit infeksi dari WHO, Dr Katherine O’Brien menyebut kasus breakthrough infection biasanya memang jarang terjadi.

Namun, jelasnya, akhir-akhir ini fenomena tersebut banyak terjadi karena adanya beberapa faktor.

“Ada kelompok tertentu, misalnya punya masalah imun atau umurnya sudah tua, yang berisiko mengalami breakthrough infection,” paparnya.

Selain itu, Katherine juga menyebut banyaknya kasus breakthrough infection disebabkan oleh kelalaian dan varian.

Katherine mengatakan banyak orang yang telah merasa aman karena adanya vaksinasi sehingga melonggarkan disiplin protokol kesehatan.

Kemudian, lanjutnya, munculnya berbagai varian Covid-19 yang lebih mudah menular juga meningkatkan risiko keterpaparan.

Sehingga saat virus tersebut berkembang dengan kecepatan dan frekuensi yang lebih tinggi, maka semakin banyak yang terekspos termasuk yang sudah divaksin.

Meski demikian, WHO menegaskan fenomena breakthrough infection tidak serta merta menandakan bahwa vaksin Covid-19 tidak bekerja.

Pasalnya, laporan berbagai studi menyatakan orang yang sudah menerima vaksin cenderung menunjukkan gejala ringan saat terpapar Covid-19.

Itu berarti vaksin Covid-19 bisa berguna untuk mencegah seseorang jatuh sakit dengan gejala yang parah.

Hal tersebut tentu dapat mengurangi penuhnya perawatan di rumah sakit serta risiko kematian.

(Mel/Rah).