Tak Akan Ganti Uang Nasabah yang Hilang Rp 128 Juta, Ini Alasan Bank Mandiri

Tak Akan Ganti Uang Nasabah yang Hilang Rp 128 Juta, Ini Alasan Bank Mandiri

24 Mei 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Nasabah Bank Mandiri bernama Asrizal Askha mengaku kehilangan dana sebesar Rp 128 juta.

Awalnya, Asrizal hendak menarik saldonya di anjungan tunai mandiri (ATM) pada 6 Februari 2021.

Namun ia menjadi kebingungan saat mengetahui saldo ATM miliknya kosong dan dana Rp 128 juta raib.

Azrizal langsung saja menelepon kontak center Bank Mandiri untuk mencari solusi.

Petugas call center kala itu menyatakan bahwa telah terjadi transaksi penarikan dan transfer dengan nomor kartu yang sama seperti milik nasabah.

Padahal pada saat transaksi terjadi, kartu ATM nasabah berada di dompet pribadinya.

Pada tanggal 8 Februari, nasabah kemudian mendatangi Bank Mandiri cabang Melawai, Jakarta Selatan.

Setibanya di sana, petugas bank saat itu langsung melakukan pergantian kartu ATM dengan alasan ada dana masuk di waktu yang sama.

Setelahnya, petugas meminta Azrizal untuk menunggu proses investigasi.

Tanggapan Bank Mandiri

Menanggapi hal itu, Manajemen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. memastikan tidak akan menggantikan dana yang hilang.

Keputusan ini berdasar pada hasil investigasi yang telah berlangsung selama 11 hari kerja.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Atturidha menjelaskan, bank milik negara itu menyatakan tidak dapat melakukan penggantian dana karena telah terjadi kebocoran pin ATM transaksi itu tergolong sah.

“Berdasarkan investigasi internal, transaksi yang disanggah merupakan transaksi yang sah dengan kartu Mandiri debit dan PIN yang sesuai sehingga Bank Mandiri tidak bertanggung jawab dan tidak dapat memberikan penggantian atas dana yang hilang tersebut,” kata Rudi dalam keterangannya dikutip dari TEMPO.CO, Sabtu, 22 Mei 2021.

Surat keterangan dari Bank Mandiri menanggapi laporan seorang nasabah bernama Asrizal Askha yang mengaku kehilangan dana sebesar Rp 128 juta. (sumber: Twitter)

Menurut Rudi, sesuai dengan bukti rekaman pengaduan nasabah ke call center 14000, bank plat merah itu menduga nasabah telah menjadi korban kejahatan dengan modus penukaran kartu debit dan penguasaan PIN.

Pasalnya, kartu debit yang nasabah pegang berbeda dengan kartu yang terdaftar.

Sedangkan nasabah tidak menguasai lagi kartu yang digunakan untuk bertransaksi.

Kabar ini cukup ramai di Twitter sampai tagar Mandiri sempat menjadi keyword trending di media sosial tersebut.

Tidak sedikit pengguna Twitter yang cemas terkait kasus kehilangan dan meragukan keamanan dana di perbankan.

Salah satunya adalah warganet bernama Naufal dengan akun @Hlmimisan, sekaligus akun yang mencuit utas tentang kasus ini.

(Leo/Ana)