Viral Curhat Ibu Pedagang: ‘Aku Korban yang Dianiaya 4 Preman, Aku Pula Jadi Tersangka…’

Viral Curhat Ibu Pedagang: ‘Aku Korban yang Dianiaya 4 Preman, Aku Pula Jadi Tersangka…’

11 Oktober 2021 0 By Redaksi

NESIATIMES.COM – Pihak Polsek Percut Sei Tuan menetapkan seorang pedagang pasar bernama Rosalinda Gea alias Liti Wari Iman Gea sebagai tersangka.

Rosalinda merupakan seorang pedagang di Pasar Gambir, Kelurahan Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Sebelumnya, dia sempat viral karena menjadi korban penganiayaan preman di Pasar Gambir pada Minggu (5/9/2021) lalu.

Foto surat panggilan polisi terhadap Rosalinda untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka viral di media sosial sejak Kamis (7/10/2021) sore.

Dalam foto yang beredar, Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Janpiter meneken surat penetapan status tersangka yang dibuat September 2021 itu.

“Ini lah hukum di Indonesia, akulah yang korban, yang dianiaya 4 orang premanisme 5 September 2021 beberapa hari yang lalu di Pajak Gambir, aku pula lah yang jadi tersangka. Sama siapa lagi aku mengaku tentang keadilan ini, #pak,” tulisnya, seperti dikutip dari KOMPAS.com.

Namun sampai saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penetapan tersangka terhadap Rosalinda tersebut.

Sementara sang suami, Tak Endang Hura, membenarkan bahwa istrinya itu telah berstatus sebagai tersangka.

Tak Endang menceritakan ada seorang pria berjaket mendatangi rumahnya dan memberikan surat yang diterima langsung oleh Rosalinda.

Ketika ia menanyakan apa isinya, orang tersebut meminta Rosalinda membaca sendiri surat yang ternyata berasal dari Polsek Percut Sei Tuan itu.

Surat panggilan itu, kata Tak Endang, menyatakan bahwa Rosalinda menjadi tersangka atas laporan preman yang menganiayanya, BS.

Menurutnya, sang istri langsung stres dan trauma, bahkan sampai tidak sadarkan diri karena memikirkan hal tersebut.

Tak Endang kemudian menjelaskan bahwa saat kejadian, pelaku tak hanya memukuli Rosalinda, namun juga anaknya yang masih berusia 13 tahun.

Dia pun harus berkali-kali membawa anaknya ke tukang pijat lantaran mengalami luka bengkak di tangan kanannya.

Setelah itu, ia juga harus mengurus istrinya yang juga sakit akibat penganiayaan tersebut.

Sehingga ketika pihak pelaku dua kali mengajak berdamai, pihaknya meminta untuk berbicara dengan pengacaranya saja.

Namun pada 25 September 2021, datang surat panggilan kepada Rosalinda dan anaknya untuk datang sebagai saksi pada 28 September 2021.

Akan tetapi, pada surat panggilan yang terakhir, polisi justru menetapkan Rosalinda sebagai tersangka.

Tak Endang mengaku saat ini ia hanya berharap masalah tersebut segera selesai dan anak istrinya bisa mendapatkan keadilan.

(Mel/Nov).