Viral Kepiting Purba Berdarah Biru, Dijual dengan Harga Fantastis Rp 734 Juta, Ternyata Ini Manfaatnya

Viral Kepiting Purba Berdarah Biru, Dijual dengan Harga Fantastis Rp 734 Juta, Ternyata Ini Manfaatnya

6 Maret 2024 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Kepiting tapal kuda menjadi viral di media sosial belakangan ini.

Hewan purba yang disebut sebagai Horseshoe Crab tersebut memiliki keunikan yakni darahnya berwarna biru.

“Dia namanya kepiting tapal kuda. Dia hewan purba dan sudah ada sejak lebih dari 400 juta tahun lalu. Warna darah Dia biru,” tulis akun X @convomfs, seperti dikutip pada Rabu (6/3/2024).

Dalam salah satu balasan cuitan tersebut, disebutkan juga harga darah biru kepiting tapal kuda yang mencapai Rp734 juta per 3,7 liter.

Melansir dari laporan Business Insider, satu galon darah kepiting jenis ini dibanderol sangat mahal.

Baca Juga:

Cara Baru Perpanjangan STNK Tahun 2024, Atas Nama Diri Sendiri atau Orang Lain, Kini Tak Perlu ke Samsat – NESIATIMES.COM

Daftar 9 Layanan yang Membutuhkan KTP Digital atau IKD, Masyarakat Diminta Segera Aktivasi, Ini Caranya! – NESIATIMES.COM

Yakni US$60 ribu atau sekitar Rp944,13 juta (asumsi kurs Rp15.735/US$).

Menurut laman resmi Natural History Museum, kepiting tapal kuda adalah fosil hidup yang sudah ada selama 450 juta tahun dan selamat dari zaman es.

Adapun darah kepiting purba ini berwarna biru karena mengandung pigmen pernapasan berbasis tembaga atau hemosianin.

Berkat darahnya, kepiting tapal kuda dinilai berjasa besar terhadap kehidupan manusia karena berperan dalam pembuatan vaksin dan obat-obatan.

Pasalnya, darah biru tersebut mengandung sel kekebalan dan sangat sensitif terhadap bakteri beracun.

Baca Juga:

Pemerintah Kota Gelar Pemutihan Pajak Besar-besaran Tahun 2024, Ayo Manfaatkan Program Ini, Buruan ke Kantor Bapenda – NESIATIMES.COM

Terobosan Baru Pemerintah, Kini Berobat Bisa Tanpa Kartu BPJS Kesehatan, Cukup Pakai Ini – NESIATIMES.COM

Sehingga ketika sel-sel tersebut bertemu dengan bakteri yang menyerang, mereka akan menggumpal di sekitarnya dan melindungi seluruh tubuh kepiting tapal kuda dari racun.

Sementara itu, para ilmuwan saat ini menggunakan sel darah kepiting tapal kuda untuk mengembangkan tes Limulus Amebosit Lisat (LAL) yang memeriksa kontaminasi pada vaksin baru.

Selain itu, LAL juga digunakan untuk mendeteksi patogen dalam obat-obatan yang sangat diperlukan seperti antibiotik suntik.

Hal tersebutlah yang membuat kepiting tapal kuda berjasa dalam membantu kehidupan manusia.

Saat ini, ada lebih dari 100 vaksin sedang diuji oleh para ahli.

Baca Juga:

Pemkot Beri Kemudahan, Kini Urus Pindah KTP Cukup dari Rumah, Bisa Lewat Online, Ini Caranya – NESIATIMES.COM

Harga Terbaru BBM Pertamina Seluruh Provinsi di Indonesia, Berlaku Maret 2024, Rakyat Wajib Tahu, Cek! – NESIATIMES.COM

Di sejumlah negara dunia, para peneliti mengandalkan darah kepiting tapal kuda dalam tes penting tersebut.

Selain untuk menguji vaksin, PBS NewsHour melaporkan bahwa darah biru kepiting ini juga kerap dipanen.

Para peneliti medis dan pembuat obat serta perangkat medis akan menggunakan darah tersebut untuk menguji kotoran berbahaya dalam vaksin, prostetik, dan obat-obatan intravena.

Kepiting tapal kuda sendiri terbagi menjadi empat spesies.

Tiga di antaranya, yakni kepiting tapal kuda tiga tulang belakang (Tachypleus tridentatus), kepiting tapal kuda pesisir (Tachypleus gigas) dan kepiting tapal kuda bakau (Carcinoscorpius rotundicauda) tinggal di Asia.

Baca Juga:

Pengumuman! Korlantas Polri Mau Hapus Data Kendaraan yang STNK-nya Masuk Kriteria Ini, Pemilik Motor-Mobil Wajib Tahu – NESIATIMES.COM

Kantor Samsat Beri Kemudahan untuk Masyarakat RI, Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah, Cukup dengan Cara Ini – NESIATIMES.COM

Mereka ada di sekitar pantai India, Vietnam, China, Kalimantan, dan Jepang bagian selatan.

Tak hanya bermanfaat bagi manusia, kepiting ini juga bermanfaat bagi hewan lain di sekitar mereka.

Para ahli menyebut telur kepiting tapal kuda sebagai “camilan yang bergizi” bagi burung-burung yang bermigrasi.

International Union for Conservation of Nature (IUCN) menilai kepiting tapal kuda sebagian penghubung penting bagi keanekaragaman hayati pesisir.

Salah satu fungsi ekologisnya yakni menghasilkan jutaan telur di pantai untuk memberi makan burung pantai, ikan, dan satwa liar lainnya.

Sementara cangkang kerasnya yang besar dapat berfungsi sebagai habitat mikro bagi banyak spesies lain, seperti spons, kepiting bakau, remis, dan siput.

Kendati sering dikembalikan ke pantai setelah darahnya dipanen, kepiting ini cukup kesulitan hidup berdampingan dengan manusia.

Mereka seringkali mati karena pendarahan maupun digunakan sebagai umpan memancing.

Bahkan di Asia, kepiting ini menjadi salah satu korban dampak buruk polusi, naiknya permukaan air laut, hingga pekerjaan bangunan.

Yuk! baca artikel menarik lainnya dari NESIATIMES.COM di GOOGLE NEWS

Ikuti saluran WhatsApp NESIATIMES.COM DI SINI

(Bes/Ita).